Mengutip data Forbes Real Time Billionaires per Jumat, 7 November 2025, total kekayaan Prajogo mencapai US$43 miliar, atau setara Rp718 triliun dengan asumsi kurs Rp16.701 per dolar AS.
Nilai itu meningkat sekitar US$501 juta dibandingkan periode sebelumnya—kenaikan 1,82 persen yang memperkuat posisinya sebagai konglomerat nomor satu di Indonesia sekaligus peringkat ke-38 terkaya di dunia.
Di bawah Prajogo, posisi kedua masih ditempati Low Tuck Kwong, pemilik Bayan Resources. Kekayaannya tercatat US$25,1 miliar atau sekitar Rp419 triliun, stabil dibandingkan bulan lalu.
Sementara posisi ketiga dan keempat diisi dua bersaudara dari grup Djarum: Robert Budi Hartono dengan harta US$21,7 miliar dan Michael Hartono sebesar US$20,9 miliar.
Daftar sepuluh besar konglomerat Indonesia versi Forbes per 7 November 2025 adalah sebagai berikut:
1. Prajogo Pangestu – US$43 miliar (Rp718 triliun)
2. Low Tuck Kwong – US$25,1 miliar (Rp419 triliun)
3. Robert Budi Hartono – US$21,7 miliar (Rp362 triliun)
4. Michael Hartono – US$20,9 miliar (Rp349 triliun)
5. Tahir & keluarga – US$12 miliar (Rp200 triliun)
6. Otto Toto Sugiri – US$11,3 miliar (Rp188 triliun)
7. Sri Prakash Lohia – US$8,5 miliar (Rp141,9 triliun)
8. Marina Budiman – US$8,2 miliar (Rp136,9 triliun)
9. Haryanto Tjiptodihardjo – US$6,2 miliar (Rp103,5 triliun)
10. Han Arming Hanafia – US$5,3 miliar (Rp88,5 triliun).
Meski nilainya berfluktuasi, jajaran miliarder Indonesia cenderung stabil dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga saham di sektor energi dan petrokimia menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi mereka di daftar orang terkaya dunia.
Editor : Uways Alqadrie