Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

KAHMI Tegaskan Dukungan Politik untuk IKN Lewat Deklarasi Nusantara di HUT ke-59

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Sabtu, 8 November 2025 | 19:00 WIB
AKRAB: Suasana pembukaan Silaturahmi Regional Majelis Nasional KAHMI se-Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali serta Puncak HUT ke-59 KAHMI di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (8/11/2025).
AKRAB: Suasana pembukaan Silaturahmi Regional Majelis Nasional KAHMI se-Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali serta Puncak HUT ke-59 KAHMI di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (8/11/2025).

KALTIMPOST.ID, NUSANTARA – Langit cerah selepas hujan memantulkan cahaya keemasan di perbukitan Ibu Kota Nusantara, Sabtu sore (8/11). Di hall Gedung Kementerian Koordinator 3, ratusan peserta dengan setelan batik berdatangan, membawa semangat yang tak kalah hangat dari udara sore itu.

Mereka datang dari berbagai pulau, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Bali untuk menghadiri Silaturahmi Regional Majelis Nasional KAHMI dan peringatan 59 tahun organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam itu.

Kegiatan bertajuk Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju ini bukan sekadar ajang temu kangen. Ia berubah menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang organisasi yang telah melewati hampir enam dekade. Dan kali ini, panggungnya adalah Ibu Kota Nusantara, simbol pergeseran pusat kekuasaan dari Jawa ke Kalimantan.

“Kenapa HUT KAHMI ke-59 digelar November dan bukan September seperti biasanya? Karena Koordinator Presidium Majelis Nasional periode ini orang Kalimantan. Saya yang meminta agar perayaan dilakukan di IKN pada hari ini ,” kata Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Presidium Majelis Nasional KAHMI 2022–2027, saat memberi sambutan pembukaan.

Tepuk tangan panjang menyambut pernyataannya. Rifqi, begitu ia disapa berbicara dengan gaya santai tapi bernas. Ia ingin menegaskan bahwa KAHMI bukan hanya bagian dari sejarah intelektual kampus, melainkan juga bagian dari denyut pembangunan nasional, terutama di Kalimantan yang kini menjadi pusat perhatian negara.

Sebagai Ketua Komisi II DPR RI, Rifqi punya hubungan langsung dengan Otorita IKN. Dalam posisinya, ia ikut mengawal kebijakan pembangunan ibu kota baru. “Kenapa di IKN? Karena hari ini saya ketua komisi yang menjadi mitra Otorita IKN. Ini jembatan antara masa lalu dan masa depan,” ujarnya.

Namun, di balik jabatan politiknya, Rifqi tetap membawa kisah personal. Ia menyelipkan kenangan masa kecil di Barabai, Kalimantan Selatan.

“Saya darah Banjar. Dulu, keluar dari kampung halaman ke Samarinda saja butuh belasan jam. Jalan rusak. Kalau ke Jawa kuliah, saya naik kapal karena tak punya uang untuk naik pesawat. Saya bukan dari keluarga kaya,” ujarnya, mengundang tawa kecil dari para peserta.

Ia melanjutkan dengan nada reflektif. “Waktu kuliah di Jawa, orang sering bertanya: apakah di Kalimantan sudah ada jalan dan mobil? Dulu saya hanya bisa diam. Tapi hari ini, Kalimantan menjadi rumah dari Ibu Kota Negara. Tak ada lagi yang bisa meragukan arah pembangunan Indonesia Sentris.”

Rifqi lalu mengutip kembali gagasan lama dari Andrinof Chaniago, mantan Kepala Bappenas, tentang urgensi pemindahan ibu kota. “Andrinof dulu bilang, kalau mau Indonesia benar-benar sentris, ibu kota harus pindah ke Kalimantan. Dulu saya pikir itu khayalan. Tapi setelah saya ikut menyusun Undang-Undang Ibu Kota Nusantara, saya tahu itu kajian serius,” ucapnya.

Sambutannya sesekali diselingi tepuk tangan peserta yang duduk rapi di barisan kursi putih. Rifqi menegaskan, keterlibatan KAHMI dalam pembangunan IKN bukan hanya simbolik. Komisi II DPR yang ia pimpin menjadi mitra langsung Otorita IKN.

Bahkan, kata dia, dua bupati yang wilayahnya mengapit kawasan inti IKN, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara keduanya merupakan alumni HMI. Yakni Aulia Rahman Basri bupati Kukar dan Mudiyat Noor, bupati PPU.

“IKN ini seperti anugerah Tuhan. Dua bupati pengapitnya alumni HMI, dan di DPR pun, ketua dan dua wakil ketua Komisi II yang membidangi IKN juga alumni HMI,” ujarnya.

Baginya, fakta itu menegaskan satu hal: jaringan alumni HMI kini tidak hanya hadir di ruang gagasan, tapi juga di pusat pengambilan keputusan. “KAHMI akan memastikan IKN menjadi ibu kota yang hebat bagi Indonesia ke depan,” katanya.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini diisi beragam agenda: jalan sehat KAHMI dan penanaman pohon, dialog kebangsaan bersama Otorita IKN, hingga malam puncak HUT ke-59 yang dihadiri Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Ada pula sesi khusus pemaparan kesiapan pembangunan IKN oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Puncaknya adalah penyusunan Deklarasi Nusantara, dokumen yang merangkum hasil konsolidasi KAHMI seluruh wilayah. Rifqi menyebut deklarasi itu akan diserahkan langsung kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara. “Semoga didengar,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kahmi #ibu kota nusantara #IKN #himpunan mahasiswa islam #deklarasi nusantara #Silaturahmi Regional Majelis Nasional KAHMI