KALTIMPOST.ID-Jelang masuk 2026, Pemkot Bontang telah mengusulkan untuk kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Usulan tersebut ditujukan ke Biro Perekonomian Setprov Kaltim. Menindaklanjuti surat yang dikeluarkan oleh Pemprov Kaltim pada 22 September lalu.
“Kami juga sudah menerima surat dari Pemprov Kaltim terkait usulan BBM bersubsidi yang diteruskan ke BPH Migas,” Kabag Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Moch Arif Rochman.
Untuk BBM jenis solar, Pemkot Bontang mengusulkan 52.988 kilo liter untuk tahun depan. Rinciannya, 9.698 untuk usaha perikanan, 518 usaha pertanian, 1.613 pelayanan umum, 3.052 usaha mikro, dan transportasi 38.107 kilo liter.
Baca Juga: Belimbing Ingin Mengulang Sejarah Tahun 2022, Evaluasi Administrasi dan Inovasi PHBS Jadi Fokus
Sementara untuk BBM jenis Pertalite, Kota Bontang mengajukan kuota 80.758 kilo liter. Ia menuturkan angka kuota ini mengacu data sasaran yang diterima dari OPD terkait.
“Termasuk juga dari samsat untuk pemenuhan sektor transportasi,” ucapnya. Ia berharap angka usulan ini dapat dipenuhi. Minimal mendekati angka usulan yang diajukan. Akan tetapi ia juga mengimbau nantinya penyaluran BBM bersubsidi ini tepat sasaran.
Baca Juga: Lima Pajak Daerah di Kota Bontang Ini Telah Capai Target, Apa Saja?
“Kalau mengacu tahun sebelumnya dari usulan itu terealisasi tidak sampai 40 persen,” tutur dia. Diketahui pada tahun ini Pemkot Bontang mengusulkan kuota solar yakni 41.681 kilo liter dan Pertalite 76.768 kilo liter. Namun yang terealisasi hanya 18.751 kilo liter untuk solar dan 26.907 kilo liter Pertalite.
Berdasarkan data dari Bagian PSDA Setkot Bontang realisasi hingga November lalu sebanyak 15.568 kilo liter solar dan 22.233 kilo liter Pertalite. Artinya tersisa 3.183 kilo liter solar dan 4.674 kilo liter Pertalite. “Sejauh ini kalau mengacu angka sisa kuota yang ada tercukupi hingga akhir tahun,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki