Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan serupa, dengan rupiah tercatat di kisaran Rp16.880 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen global yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai faktor eksternal masih menjadi pemicu utama. Salah satunya terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang menenangkan pasar.
Trump mengklaim telah memperoleh jaminan bahwa otoritas Iran akan menghentikan tindakan represif terhadap demonstran dan tidak berencana melakukan eksekusi massal.
Pernyataan tersebut meredam kekhawatiran pelaku pasar atas potensi respons militer Washington terhadap situasi di Iran.
Selain itu, pasar juga merespons sinyal positif dari hubungan Amerika Serikat dengan Venezuela. Trump menyebut telah melakukan komunikasi dengan pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dan menggambarkan pembicaraan tersebut berlangsung konstruktif.
Menurut Trump, diskusi kedua pihak mencakup isu minyak, mineral, perdagangan, hingga keamanan nasional. Ia menilai pembicaraan itu membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus membantu Venezuela dalam proses stabilisasi ekonomi.
Perkembangan geopolitik tersebut turut memengaruhi pergerakan dolar AS di pasar global, yang pada akhirnya memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Editor : Uways Alqadrie