Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rupiah Nyaris Rp17.000 per Dolar AS, Pasar Respons Sinyal Perang AS-Iran

Uways Alqadrie • Kamis, 15 Januari 2026 | 17:47 WIB

TATA: Petugas perbankan saat menata ulang uang rupiah dan dolar.
TATA: Petugas perbankan saat menata ulang uang rupiah dan dolar.
KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Mata uang Indonesia ditutup di level Rp16.896 per dolar Amerika Serikat, turun sekitar 31 poin dibandingkan posisi sebelumnya.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan serupa, dengan rupiah tercatat di kisaran Rp16.880 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen global yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai faktor eksternal masih menjadi pemicu utama. Salah satunya terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang menenangkan pasar.

Trump mengklaim telah memperoleh jaminan bahwa otoritas Iran akan menghentikan tindakan represif terhadap demonstran dan tidak berencana melakukan eksekusi massal.

Pernyataan tersebut meredam kekhawatiran pelaku pasar atas potensi respons militer Washington terhadap situasi di Iran.

Selain itu, pasar juga merespons sinyal positif dari hubungan Amerika Serikat dengan Venezuela. Trump menyebut telah melakukan komunikasi dengan pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dan menggambarkan pembicaraan tersebut berlangsung konstruktif.

Menurut Trump, diskusi kedua pihak mencakup isu minyak, mineral, perdagangan, hingga keamanan nasional. Ia menilai pembicaraan itu membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus membantu Venezuela dalam proses stabilisasi ekonomi.

Perkembangan geopolitik tersebut turut memengaruhi pergerakan dolar AS di pasar global, yang pada akhirnya memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Editor : Uways Alqadrie
#Nilai Tukar Dolar AS #bank indonesia #nilai tukar rupiah #AS vs Iran #perang as iran