Perempuan muda dalam video tersebut diketahui bernama Kezia Syifa, warga asal Tangerang, Banten, yang kini menjalani tugas sebagai anggota Army National Guard Amerika Serikat.
Syifa masih memegang status Warga Negara Indonesia dan ditempatkan pada bagian administrasi.
Penampilannya yang tetap mengenakan hijab saat mengenakan seragam militer Amerika Serikat memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat, mulai dari rasa penasaran hingga perdebatan di media sosial.
Dalam sistem militer Amerika Serikat, besaran gaji prajurit ditentukan berdasarkan pangkat dan masa dinas.
Untuk anggota pemula di Garda Nasional, pendapatan rata-rata berada di kisaran US$35 ribu per tahun, yang diterima selama menjalani pelatihan maupun tugas aktif sesuai jadwal dinas.
Selama masa pendidikan dan latihan tahunan, anggota National Guard berstatus tugas aktif dan memperoleh hak gaji penuh. Syifa saat ini masih mengikuti rangkaian pelatihan militer yang ditargetkan selesai pada Januari 2026.
Ibu Syifa, Safitri, mengungkapkan bahwa pada awalnya keluarga sempat merasa khawatir dengan keputusan tersebut.
Namun setelah memperoleh penjelasan, mereka memahami bahwa putrinya tidak ditempatkan di unit tempur, melainkan menjalankan tugas perkantoran di lingkungan Garda Nasional.
Safitri menjelaskan, kesempatan bergabung dengan militer Amerika Serikat terbuka bagi pemegang Green Card. Keluarga mereka telah menetap di Maryland sejak pertengahan 2023 sebagai penduduk tetap dan memenuhi persyaratan administratif untuk mendaftar.
Keputusan Syifa juga tidak diambil secara terburu-buru. Sebelum mendaftar, keluarga berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang lebih dulu berkarier di militer Amerika Serikat, termasuk terkait aturan seragam dan penggunaan hijab.
Menurut Safitri, penggunaan hijab diperbolehkan dan telah dikomunikasikan sejak awal pendaftaran. Ia menyebut, ada pula anggota militer dari berbagai negara lain yang menjalankan tugas dengan tetap mengenakan penutup kepala sesuai keyakinan masing-masing.
Terkait beragam respons publik, keluarga mengaku memilih bersikap tenang. Kritik dinilai muncul karena keterbatasan informasi, sementara dukungan yang diberikan masyarakat menjadi penguat bagi Syifa dalam menjalani pilihannya.
Saat ini, keluarga Syifa tinggal di Kensington, Maryland, kawasan pinggiran Washington DC. Selain menjalani tugas militer, Syifa juga disebut memiliki peluang melanjutkan pendidikan melalui program yang difasilitasi oleh institusi tempatnya bertugas.
Momen pelepasan Syifa yang terekam di bandara menjadi pengingat bagi keluarga bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang, serta dukungan penuh dari orang-orang terdekat.
Editor : Uways Alqadrie