Pelatihan tahap awal difokuskan di instansi pusat di Jakarta. Peserta berasal dari kelompok usia 18 hingga 35 tahun dan akan menjalani latihan dasar militer secara bertahap. Setelah pelatihan selesai, para ASN tersebut kembali menjalankan tugas pokok di instansi masing-masing.
Sjafrie menjelaskan, program ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Tentara Nasional Indonesia. Komponen Cadangan dari kalangan ASN disiapkan sebagai kekuatan pendukung dalam sistem pertahanan negara, sekaligus sarana pembinaan nasionalisme dan kedisiplinan aparatur.
Menurut Sjafrie, pelaksanaan pelatihan akan dibagi per triwulan agar jumlah personel komcad dapat terbentuk secara berkelanjutan dalam waktu relatif singkat. Pemerintah menilai skema ini penting sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika ancaman pertahanan di masa depan.
Ia menambahkan, keterlibatan ASN dalam program bela negara diharapkan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Aparatur yang memiliki pemahaman kebangsaan dan kedisiplinan tinggi dinilai akan lebih siap menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara.
Editor : Uways Alqadrie