Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah juga semakin genting. Militer Israel dilaporkan memerintahkan warga di wilayah selatan Beirut, Lebanon, untuk segera meninggalkan daerah tersebut karena potensi serangan lanjutan.
Di tengah situasi perang, dinamika politik Iran juga memanas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menolak kemungkinan Mojtaba Khamenei menjadi penerus kepemimpinan tertinggi Iran setelah wafatnya Ali Khamenei.
Trump bahkan menyatakan bahwa Amerika Serikat harus ikut berperan dalam menentukan arah kepemimpinan baru di Teheran.
Sementara itu, pemerintah Iran memperingatkan konflik berpotensi meluas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding adanya upaya pihak luar yang mencoba memicu pemberontakan di wilayah perbatasan Iran–Irak dengan melibatkan kelompok Kurdi.
Peringatan juga datang dari pejabat senior Iran, Ali Larijani. Ia menegaskan Iran siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk jika Amerika Serikat melancarkan invasi darat.
Di sisi lain, konflik ini mulai berdampak pada sektor energi global. Pasokan minyak dunia terancam setelah jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz dilaporkan ditutup oleh pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps.
Penutupan jalur laut tersebut dikhawatirkan memicu gangguan distribusi energi dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan salah
Editor : Uways Alqadrie