Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Update Perang Timur Tengah 2026: Iran Balas Serangan, AS-Israel Klaim Kuasai Langit Iran

Uways Alqadrie • Sabtu, 7 Maret 2026 | 05:29 WIB

Kepulan asap membubung di Sanandaj, provinsi Kurdistan, Iran, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran (Reuters)
Kepulan asap membubung di Sanandaj, provinsi Kurdistan, Iran, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran (Reuters)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas dan kini memasuki hari ketujuh. Serangan militer masih berlangsung di berbagai wilayah Iran serta sejumlah kawasan di Timur Tengah.

Iran tetap membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke kawasan Teluk. Sementara itu, Washington dan Tel Aviv mengklaim operasi militer gabungan mereka yang diberi nama Operasi Epic Fury telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan militer Iran.

Lembaga kajian keamanan internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan biaya 100 jam pertama operasi tersebut mencapai sekitar 3,7 miliar dolar AS, atau rata-rata 891 juta dolar per hari. Dari jumlah itu, sekitar 3,5 miliar dolar disebut belum masuk dalam anggaran resmi.

Serangan Terus Berlanjut di Iran

Serangan udara Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung di sejumlah wilayah Iran. Sejak konflik meletus akhir pekan lalu, sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Militer Israel mengklaim telah menguasai hampir sepenuhnya wilayah udara Iran. Menurut mereka, lebih dari 2.500 serangan telah dilancarkan dan sekitar 80 persen sistem pertahanan udara Iran berhasil dihancurkan.

Pada Jumat, Israel juga menyatakan telah menggempur lebih dari 400 target di Iran bagian barat. Sasaran serangan meliputi peluncur rudal balistik serta fasilitas penyimpanan drone milik militer Iran.

Iran Balas Luncurkan Rudal

Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan dimulainya gelombang serangan ke-23 ke wilayah Israel. Militer Israel menyebut sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran.

Isu Suksesi Kepemimpinan Iran

Situasi politik di Iran juga memanas setelah pemimpin tertinggi Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan di Teheran pada Sabtu lalu. Kabar tersebut memunculkan spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi tersebut.

Nama putranya, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut sebagai kandidat kuat penerus kepemimpinan. Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan tidak mendukung kemungkinan tersebut dan menyebutnya sebagai opsi yang tidak dapat diterima.

Iran Peringatkan Invasi Darat

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani memperingatkan bahwa pasukan Iran telah bersiaga menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat.

Ia bahkan mengancam akan menangkap atau menewaskan ribuan tentara AS jika serangan darat benar-benar terjadi.

Meski demikian, Washington mengklaim intensitas serangan Iran mulai menurun. Menurut pihak AS, jumlah serangan rudal balistik Iran telah turun sekitar 90 persen dibanding hari pertama konflik, sedangkan serangan drone berkurang hingga 83 persen.

Editor : Uways Alqadrie
#Perang Iran Amerika #Perang Iran Israel 2026 #presiden donald trump #amerika serikat #Israel #iran