Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer AS ke Iran, Perang Disebut Hampir Capai Tujuan

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:05 WIB

Donald Trump.
Donald Trump.

KALTIMPOST.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan mengakhiri operasi militer besar-besaran terhadap Iran setelah konflik yang berlangsung beberapa pekan terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social saat situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas akibat serangan militer dan gangguan pasokan energi global.

Trump menyebut operasi militer Amerika Serikat hampir mencapai target yang ditetapkan pemerintahannya.

“Kami sudah sangat dekat dengan tujuan kami,” tulis Trump dalam unggahannya.

Baca Juga: Di Indonesia Pertamax RON 92 Rp 12.300 Per Liter, Malaysia Jual RON 95 Tetap di Harga Rp 6.700 Per Liter

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling kuat sejauh ini bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Meski demikian, militer AS disebut masih meningkatkan serangan terhadap drone dan kapal angkatan laut Iran. Operasi itu bertujuan membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang sangat vital bagi perdagangan energi dunia.

Di saat yang sama, Washington juga melonggarkan sebagian sanksi terhadap pengiriman minyak Iran untuk sementara waktu guna meredam krisis pasokan energi global.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut pemerintah AS memperkirakan misi militer di Iran dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat hingga enam minggu.

“Setiap hari rezim Iran semakin dilemahkan dan kemampuan mereka untuk mengancam Amerika Serikat serta sekutu kami terus menurun secara signifikan,” tulis Leavitt melalui platform X.

Baca Juga: China Desak Hentikan Perang Timur Tengah, Peringatkan Dampak Besar ke Ekonomi Global

Sebelumnya, Trump juga menegaskan dirinya belum mempertimbangkan opsi gencatan senjata dengan Iran.

“Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar menghancurkan pihak lain,” katanya kepada wartawan di halaman Gedung Putih.

Sementara itu, konflik di kawasan tersebut telah memicu serangan balasan di sejumlah negara Timur Tengah dan mengguncang pasokan energi global.

Laporan sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Timur Tengah menyebut setidaknya 37 fasilitas energi seperti kilang minyak, ladang gas, dan instalasi energi di sembilan negara mengalami kerusakan akibat serangan drone dan rudal sejak operasi militer dimulai.

Sebagian serangan tersebut dituduhkan kepada Iran, meski Teheran mengakui hanya sebagian serangan sebagai balasan terhadap negara-negara yang dianggap mendukung Amerika Serikat.

Ketegangan ini juga berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah global dilaporkan menembus sekitar 112 dolar AS per barel, naik lebih dari 50 persen sejak konflik dimulai.

 

Editor : Thomas Priyandoko
#amerika serikat #Israel #iran #donald trump