KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Aksi lanjutan Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur berlanjut ke Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/4/2026). Setelah sebelumnya menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Kaltim, massa mulai berdatangan sekitar pukul 13.41 Wita dan memadati kawasan tersebut secara bertahap.
Jumlah massa yang tiba di lokasi diperkirakan masih sekitar seribuan orang. Sementara sebagian lainnya masih berada di kawasan Masjid Islamic Center Samarinda untuk beristirahat, salat, dan makan siang (isoma) usai mengikuti aksi di DPRD.
Baca Juga: Demo 21 April: 7.000 Massa Kepung Gedung Karang Paci, Mahasiswa Paksa DPRD Kaltim Teken Kesepakatan
Sebelumnya, gelombang demonstrasi di Gedung DPRD Kaltim diikuti ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat.
Dari total sekitar 7.000 peserta aksi, kurang lebih 3.000 orang sempat memadati area parlemen daerah, sementara sisanya tersebar di sekitar Kantor Gubernur sebagai titik konsolidasi.
Dalam aksinya, massa membawa tiga tuntutan utama. Yakni mendesak audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Baca Juga: Demo 21 April Kaltim, Ribuan Massa Longmarch ke DPRD Usai Berkumpul di Islamic Center
Aksi di DPRD berlangsung relatif aman dan kondusif. Meski Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud tidak berada di tempat karena sedang berada di Magelang, perwakilan pimpinan dewan tetap menemui massa.
Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel bersama Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III menyatakan menerima dan menyepakati tuntutan yang diajukan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen resmi dan ditandatangani langsung oleh unsur pimpinan yang hadir.
Usai dari DPRD, massa bergerak kembali menuju Kantor Gubernur Kaltim untuk melanjutkan aksi.
Baca Juga: Demo 21 April Kaltim: Massa Desak Audit Pemprov dan Hentikan Praktik KKN
Titik ini disebut sebagai puncak konsentrasi demonstrasi, dengan jumlah massa diperkirakan terus bertambah seiring bergabungnya peserta dari Islamic Center.
Editor : Uways Alqadrie