KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kalimantan Timur masih menjadi penopang ekonomi Pulau Kalimantan. Hampir separuh roda ekonomi regional ditopang dari Bumi Etam. Namun, di balik dominasi itu, laju pertumbuhannya justru tak lagi paling kencang. Kontribusi Kaltim terhadap total perekonomian regional mencapai 46,48 persen pada triwulan I-2026.
Angka tersebut jauh melampaui provinsi lain di Kalimantan. Kalimantan Barat berada di posisi kedua dengan kontribusi 17,61 persen, disusul Kalimantan Selatan sebesar 15,39 persen, Kalimantan Tengah 12,39 persen, dan Kalimantan Utara 8,13 persen. Secara keseluruhan, ekonomi Pulau Kalimantan pada triwulan I-2026 tumbuh 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Namun, jika dilihat lebih dalam, Kaltim justru mencatatkan laju pertumbuhan paling rendah dibandingkan provinsi lain.
Ekonomi Kaltim hanya tumbuh 2,99 persen. "Sebaliknya, Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 6,14 persen. Disusul Kalimantan Selatan 5,67 persen, Kalimantan Utara 5,23 persen, dan Kalimantan Tengah 3,79 persen," jelas Mas’ud. Meskipun menjadi penyumbang terbesar, Kaltim tidak lagi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di kawasan. Provinsi lain justru mampu tumbuh lebih cepat. Sementara itu, jika dilihat secara triwulanan (q-to-q), seluruh provinsi di Kalimantan mengalami kontraksi.
Kaltim terkontraksi 3,69 persen. Kontraksi terdalam terjadi di Kalimantan Tengah yang mencapai 7,46 persen. Disusul Kalimantan Selatan 5,30 persen, Kalimantan Timur 3,69 persen, Kalimantan Utara 3,50 persen, dan Kalimantan Barat hanya 0,01 persen. “Secara q-to-q, semua provinsi di Pulau Kalimantan mengalami kontraksi atau penurunan kinerja ekonomi,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki