KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi kembali bertambah. Hingga Minggu (10/5/2026), tercatat total 23 jemaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan, tiga jemaah terbaru yang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah; Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; serta Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pihaknya menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci. Pemerintah juga mendoakan seluruh almarhumah mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Perintahkan Militer Iran Lanjutkan Perang, Drone Diduga Serang UEA
“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dengan tambahan tiga orang tersebut, total jemaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 23 orang.
Di tengah pelaksanaan ibadah haji, pemerintah juga terus mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan. Cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah disebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta jemaah disiplin mengonsumsi obat, menjaga pola istirahat, serta tidak memaksakan diri menjalani aktivitas berlebihan selama berada di Tanah Suci.
CUACA EKSTREM MELANDA
Cuaca panas ekstrem di Kota Makkah dan Madinah mulai berdampak pada kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia. Hingga Minggu (10/5/2026), tercatat sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan para jemaah agar menjaga stamina menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. Suhu udara di dua kota suci itu saat ini berada di kisaran 38 hingga 44 derajat Celsius.
Baca Juga: Mutasi Terbaru TNI AD, AL, AU: Ini Nama-Nama Perwira Tinggi yang Naik Jabatan
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan kondisi cuaca panas berisiko memicu kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan lain jika jemaah memaksakan aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari.
Karena itu, jemaah diminta membatasi aktivitas yang tidak terlalu penting, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, dan alas kaki saat beraktivitas.
Pemerintah juga mengingatkan jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit bawaan agar rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun ketua rombongan.
“Jika mengalami keluhan seperti sesak napas, pusing, nyeri dada, atau demam, jemaah diminta segera melapor agar bisa cepat ditangani,” ujar Ichsan.
Selain melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, petugas kesehatan haji Indonesia juga terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada jemaah di hotel, sektor pelayanan, hingga fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.
Kemenhaj berharap seluruh jemaah yang sedang menjalani perawatan segera pulih sehingga dapat kembali melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan baik.
Editor : Uways Alqadrie