KALTIMPOST.ID, Seekor kerbau albino langka di Bangladesh dengan rambut pirang mencolok yang menarik perhatian publik belakangan ini akhirnya berhasil selamat dari penyembelihan saat Idul Adha.
Hewan dengan berat 700 kilogram itu sempat menghebohkan masyarakat Bangladesh karena disebut-sebut penampilannya yang dianggap mirip dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Nama "Donald Trump" diberikan karena rambut pirang di bagian depan kepalanya dianggap menyerupai gaya rambut khas pemimpin AS tersebut.
Kerbau tersebut awalnya telah dijual untuk disembelih dalam perayaan Idul Adha di Bangladesh, negara mayoritas muslim dengan populasi sekitar 170 juta jiwa.
Baca Juga: Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka? Intip Bocoran Jadwal Terbaru dari BKN
Namun, meningkatnya perhatian publik membuat pemerintah memutuskan untuk membatalkan penyembelihan.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Bangladesh mengatakan, keputusan itu diambil karena alasan keamanan dan tingginya minat masyarakat terhadap hewan tersebut.
“Pada saat-saat terakhir, keputusan diambil untuk menyelamatkan kerbau itu dari kurban karena alasan keamanan dan tingkat ketertarikan publik yang tidak biasa,” ucap pejabat tersebut.
Keputusan tersebut pun disambut positif oleh masyarakat Bangladesh yang menganggap kerbau albino ini terlalu istimewa untuk dikurbankan.
Dipindahkan ke Kebun Binatang
Menteri Dalam Negeri Bangladesh Salahuddin Ahmed memerintahkan agar kerbau tersebut diselamatkan, pembeli menerima pengembalian dana, dan hewan itu dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional Bangladesh di Dhaka.
Kurator kebun binatang, Atiqur Rahman, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tempat khusus untuk kerbau albino tersebut.
“Kami telah menyiapkan kandang untuk kerbau albino itu dan menugaskan seorang perawat,” tutur Rahman.
“Dia akan dikarantina selama dua minggu.”
Menurut polisi setempat, dinas peternakan meminta agar kerbau tersebut diamankan karena masih berusia muda dan dinilai masih bisa dipelihara selama beberapa tahun ke depan.
“Dinas peternakan meminta kami mengambil kerbau itu dari pemiliknya karena ini adalah hewan langka,” terang Kepala Kepolisian Keraniganj, Mohammad Ruhul Quddus.
“Mereka mengatakan kerbau albino itu masih sangat muda dan bisa dipelihara selama beberapa tahun lagi,” lanjutnya.
Viral di Media Sosial
Popularitas kerbau “Donald Trump” melonjak usai video dan foto-fotonya viral di media sosial menjelang Idul Adha.
Banyak warga datang dari berbagai daerah untuk melihat langsung hewan tersebut dan berfoto dengannya.
Keramaian ini sempat membuat kerbau mengalami stres dan kehilangan berat badan, sehingga pemiliknya terpaksa membatasi akses pengunjung.
Meski demikian, antusiasme publik tetap tinggi hingga akhirnya pemerintah turun tangan menyelamatkan hewan tersebut.
Editor : Hernawati