KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah mulai bermunculannya spekulasi politik menuju Pilkada 2029, Wali Kota Samarinda Andi Harun memilih meredam berbagai isu tersebut. Politikus Partai Gerindra itu menegaskan dirinya belum sedikit pun memikirkan pencalonan sebagai gubernur, bahkan membantah keras kabar yang mengaitkan dirinya dengan skenario politik keluarga.
Menurut Andi Harun, masa jabatannya sebagai wali kota masih panjang sehingga tidak etis jika sejak sekarang sudah memikirkan kontestasi politik berikutnya. Seluruh perhatian dan energinya, kata dia, masih dicurahkan untuk menuntaskan amanah memimpin Kota Samarinda.
"Saya sama sekali belum berpikir soal Pilkada Gubernur 2029. Tidak etis ketika amanah yang diberikan masyarakat Samarinda masih panjang, lalu saya sudah memikirkan tangga politik berikutnya. Fokus saya hanya mengurus Samarinda," tegasnya.
Ia mengaku selama ini selalu menolak setiap pembicaraan yang mengarah pada Pilgub Kaltim 2029 karena tidak ingin konsentrasinya terpecah. Baginya, memikirkan jabatan yang belum tentu terjadi justru merupakan sikap yang tidak tepat ketika pekerjaan yang ada saat ini masih harus dituntaskan.
"Saya tidak mau terganggu konsentrasi. Yang saya urus sekarang saja belum tentu berhasil kalau fokus saya terbagi. Itu namanya serakah," katanya. Andi Harun juga membantah isu yang beredar di media sosial mengenai skenario dirinya maju sebagai calon gubernur, sementara putranya, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun disebut akan maju dalam Pilkada Samarinda.
Baca Juga: Demi APBD Sehat, Wali Kota Samarinda Andi Harun Tak Mau Wariskan Utang di Akhir Masa Jabatan
Ia menegaskan kabar tersebut merupakan omongan yang tidak memiliki dasar. Bahkan, menurutnya, sejak awal dirinya konsisten menolak praktik politik dinasti. "Soal Afif, kalian boleh catat besar-besar. Saya tidak pernah ada niat sedikit pun mendorong dia maju di Pilkada Samarinda. Saya justru melarang karena saya konsisten terhadap wacana dinasti politik. Itu kebohongan yang sangat besar," ujarnya.
Andi Harun mengungkapkan dirinya bahkan pernah berdiskusi dengan Afif agar mempertimbangkan mundur dari kursinya sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur. "Dia bilang ini amanah masyarakat Samarinda, dan ingin diselesaikannya. Saya hanya berpesan, keluarga dan tanggung jawab jauh lebih utama daripada jabatan politik apa pun," tuturnya.
Terkait Pilkada Samarinda mendatang, Andi Harun justru mendorong semakin banyak kader partai maupun tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas untuk maju sebagai calon kepala daerah. Ia menyebut di internal Partai Gerindra sudah ada beberapa nama yang mulai muncul, di antaranya Agus Suwandi dan Helmi Abdullah. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
"Semakin banyak calon, semakin banyak pilihan bagi masyarakat. Di internal partai, siapa pun yang nanti ditugaskan oleh DPP, kami akan patuh. Untuk sekarang, tidak usah terlalu serius dulu membahas Pilkada. Ada waktunya," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki