KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Ada arah baru yang dibawa kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim periode 2026–2030. Pembinaan atlet ke depan didorong tidak lagi hanya bertumpu pada APBD.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud meminta dunia usaha ikut masuk menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga, seperti perusahaan daerah maupun perusahaan swasta menjadi bapak angkat cabang olahraga (cabor).
Sebab, target membawa Kaltim menjadi juara umum pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 hanya bisa dicapai melalui kolaborasi. "Olahraga ini bukan hanya urusan teknis. Ada aspek nonteknis yang sama pentingnya. Masing-masing Perusda dan perusahaan swasta kami harapkan menjadi bapak angkat. Perencanaannya harus matang karena target kita juara umum," ucapn Rudy Mas'ud saat bersambutan di pelantikan Pengurus KONI Kaltim, Minggu (12/7) malam.
Namun, Rudy menggarisbawahi, keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan menurunkan target prestasi. Sebaliknya, mental juara harus dibangun lebih dulu, kemudian diikuti dengan strategi pendanaan yang tepat. "Memang semuanya perlu biaya. Tetapi jangan karena anggaran kurang lalu target ikut turun. Kita tetap harus berpikir sebagai juara," ujarnya.
Baca Juga: Teror Bom saat MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Kantongi Identitas Pengirim Ancaman WhatsApp
Pihaknya memastikan Pemprov Kaltim siap memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan olahraga. Namun, KONI diminta mengubah pola kerja, mulai dari memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas atlet dan pelatih, hingga menyusun indikator kinerja yang terukur.
"Harus ada KPI (Key Performance Indicator). Pembinaan atlet ditingkatkan, kompetensi pelatih diperkuat, fasilitas olahraga dimaksimalkan. KONI juga harus mampu bersinergi dengan semua pihak," katanya. Gayung bersambut. Ketua KONI Kaltim Anderiy Syachrum mengungkapkan gagasan menggandeng perusahaan sebenarnya sudah dibahas bersama Gubernur sebelum pelantikan.
"Kami sudah menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa pembinaan olahraga tidak harus bergantung pada dana APBD. Kami ingin menggandeng perusahaan-perusahaan swasta," ujarnya. Menurut Anderiy, usulan tersebut langsung mendapat respons positif. Dalam waktu dekat, gubernur akan mempertemukan KONI dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Benua Etam untuk membahas pola kerja sama.
Skema yang disiapkan adalah perusahaan menjadi bapak angkat bagi cabang olahraga tertentu. Dengan begitu, dukungan dunia usaha tidak berhenti pada bantuan dana, tetapi berlanjut pada pembinaan atlet secara berkesinambungan.
"Pak Gubernur memiliki target yang besar. Beliau juga memikirkan bagaimana caranya agar KONI Kaltim semakin maju dan mampu meraih prestasi yang lebih baik," katanya. Pelantikan pengurus baru mengusung tema Babak Baru Pembinaan Olahraga Benua Etam.
Ketua Panitia Pelantikan Nidya Listiono mengatakan, tema itu dipilih untuk menandai selesainya rangkaian Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang dimulai pada 3 Juni 2026 hingga terbitnya surat keputusan KONI Pusat pada 23 Juni 2026.
Sebanyak 83 pengurus resmi dilantik. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pengusaha, mantan atlet, pelatih, hingga praktisi olahraga. "Kolaborasi ini menjadi modal besar untuk membangun pembinaan yang berorientasi pada prestasi. Di tengah dinamika ekonomi nasional, kita dituntut lebih adaptif dan inovatif agar prestasi olahraga Kaltim terus meningkat," kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki