KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Insiden menegangkan terjadi dalam penerbangan maskapai berbiaya rendah Ryanair yang melayani rute Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman.
Seorang penumpang dilaporkan hampir tersedot keluar pesawat setelah jendela kabin di dekat tempat duduknya terlepas saat pesawat mengudara.
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas, ketika berada di ketinggian sekitar 2.700 meter. Para penumpang mengaku sempat mendengar suara ledakan keras sebelum tekanan udara di dalam kabin berubah drastis.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Febrie Adriansyah Berpeluang Menang Praperadilan, Ini Tiga Skenario Kasusnya
Korban diketahui merupakan pria warga Serbia berusia 61 tahun. Akibat insiden tersebut, kepala hingga bahunya sempat berada di luar badan pesawat. Beruntung, sabuk pengaman yang masih terpasang serta bantuan penumpang lain membuat korban berhasil ditarik kembali ke dalam kabin.
Istri korban yang duduk di dekatnya disebut berusaha menahan tubuh sang suami selama beberapa menit agar tidak tersedot keluar. Upaya itu membuatnya mengalami luka akibat gesekan.
Sejumlah penumpang menggambarkan suasana di dalam kabin berubah menjadi kacau. Masker oksigen otomatis keluar, sementara banyak penumpang panik karena mengira pesawat akan mengalami kecelakaan.
Salah seorang penumpang mengatakan dekompresi berlangsung sangat cepat sehingga membuat sebagian orang kesulitan bernapas. Korban juga disebut mengalami pendarahan dan beberapa kali kehilangan kesadaran, diduga akibat syok dan berkurangnya pasokan oksigen.
Meski sempat mengalami kondisi darurat, pilot berhasil mengendalikan situasi dan memutuskan kembali mendarat di Bandara Thessaloniki dengan selamat. Setelah pesawat tiba di darat, korban langsung mendapatkan penanganan medis.
Ryanair menyatakan seluruh penumpang telah dievakuasi kembali ke terminal dan maskapai menyiapkan pesawat pengganti untuk melanjutkan perjalanan menuju Jerman beberapa jam kemudian.
Hingga kini penyebab pasti lepasnya jendela kabin masih dalam penyelidikan otoritas keselamatan penerbangan Yunani. Sejumlah penumpang menduga kerusakan dipicu pecahan dari mesin jet, namun dugaan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Menurut keterangan pejabat Federasi Pegawai Rumah Sakit Umum Panhellenic, korban masih menjalani perawatan dan dilaporkan mengalami syok berat setelah insiden tersebut.
Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Kereta Api Hellenic juga telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian.
Editor : Uways Alqadrie