Anggaran Terbatas, KONI Balikpapan Dapat Tambahan Rp 10 Miliar dan Cari Dukungan CSR untuk Atlet

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 20:23 WIB
Pengurus KONI Balikpapan. (FOTO NURON/KP)
Pengurus KONI Balikpapan. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi pembinaan olahraga di Balikpapan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan mulai memetakan kebutuhan bersama pengurus cabang olahraga (cabor) agar dukungan yang tersedia tetap mampu menunjang persiapan atlet.

Ketua KONI Balikpapan Gasali mengatakan, kondisi dan kebutuhan setiap cabor berbeda. Karena itu, penentuan prioritas tidak dapat dilakukan secara seragam.

Masukan pengurus cabor dan pelatih menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan atlet. “Yang setiap hari, setiap saat bersama-sama dengan atlet adalah pelatih,” kata Gasali.

Sejumlah komponen menjadi perhatian. Mulai peralatan pertandingan, uang saku, perawatan, vitamin hingga kebutuhan atlet selama menjalani persiapan.

Baca Juga: LAPSUS: Ada Kendaraan Isi Biosolar Berulang Selama Sebulan, Hiswana Migas Minta Polanya Ditelusuri

KONI bersama cabor juga menghitung dan menyesuaikan jumlah atlet yang dapat diberangkatkan dengan kemampuan dukungan anggaran.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan prioritas tetap dapat dipenuhi di tengah keterbatasan fiskal.

Gasali menyebut KONI Balikpapan mendapat tambahan anggaran sekitar Rp 10 miliar melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Tambahan tersebut akan menjadi salah satu penopang program pembinaan dan persiapan atlet. “Sebetulnya berbicara Rp 10 miliar memang kecil, tapi bagi kami itu sangat luar biasa,” ujarnya.

Keterbatasan anggaran juga membuat KONI mencari sumber dukungan lain. Peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) mulai dijajaki.

“Kita bersyukur bahwa kita bisa berkomunikasi dengan para CSR. Semoga ada banyak bantuan lain yang bisa untuk kita,” katanya.

Baca Juga: Listrik di Kaltim Kerap Biarpet, DPRD Desak PLN Buka Data Kondisi Pembangkit dan Cadangan Daya

Menurut Gasali, peningkatan prestasi tidak semata bergantung pada besarnya anggaran. Peran pelatih dan pengurus cabor tetap menentukan dalam mengembangkan kemampuan atlet.

Karena itu, cabor didorong mengoptimalkan sumber daya manusia maupun sarana yang telah tersedia.

Perencanaan kebutuhan juga harus semakin terukur sehingga anggaran dapat diarahkan pada komponen yang paling dibutuhkan atlet.

KONI berharap sinergi pemerintah, cabor, pelatih, dan pihak swasta dapat memperkuat pembinaan olahraga.

Dengan dukungan yang semakin terbatas, penentuan skala prioritas menjadi penting agar persiapan atlet tetap berjalan dan peluang Balikpapan meraih prestasi dapat terjaga. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara Porprov Kaltim KONI Balikpapan ibu kota nusantara Kutai Barat