KALTIMPOST.ID, Sebagai salah satu tantangan kesehatan global yang paling persisten, infeksi HIV/AIDS terus menjadi ancaman serius di berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali Kota Balikpapan.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur menunjukkan kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) ini kini menempati peringkat kedua tertinggi dalam jumlah kasus HIV/AIDS di seluruh provinsi, setelah Samarinda
Data Tiga Tahun Terakhir
Dalam periode tiga tahun terakhir (2022–2024), tercatat 1.014 kasus HIV/AIDS di Balikpapan. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- 2022: 338 kasus
- 2023: 318 kasus
- 2024: 358 kasus
Peningkatan pada tahun 2024 menjadi perhatian serius, terutama karena sekitar 22% pasien merupakan pendatang dari luar daerah.
Menandakan potensi penyebaran yang lebih luas seiring dengan tingginya pertumbuhan penduduk di kota ini.
Posisi Balikpapan di Kalimantan Timur
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas berikut adalah data sebaran kasus HIV/AIDS di 10 kabupaten/kota Kalimantan Timur sepanjang tahun 2024:
Kota Samarinda: 511 kasus
Kota Balikpapan: 362 kasus
Kabupaten Kutai Timur: 130 kasus
Kabupaten Kutai Kartanegara: 126 kasus
Kota Bontang: 64 kasus
Kabupaten Berau: 55 kasus
Kabupaten Kutai Barat: 54 kasus
Kabupaten Paser: 51 kasus
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU): 26 kasus
Kabupaten Mahakam Ulu: 3 kasus
Angka Kematian Jadi Sorotan
Sepanjang tahun 2024, tercatat 44 kematian akibat HIV/AIDS di Balikpapan. Angka ini sama dengan yang terjadi di Samarinda, menjadikan kedua kota tersebut sebagai daerah dengan tingkat kematian tertinggi akibat HIV/AIDS di Kalimantan Timur.
Update Kasus Terbaru: Januari-Juli 2025
Tren mengkhawatirkan ini tampaknya terus berlanjut di tahun 2025. Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Juli 2025, ditemukan ratusan kasus baru yang tersebar di hampir seluruh wilayah Kaltim. Distribusi temuan kasus baru tersebut adalah sebagai berikut:
Samarinda: 209 kasus baru
Balikpapan: 167 kasus baru
Bontang: 40 kasus baru
Kutai Kartanegara: 31 kasus baru
Paser: 21 kasus baru
Berau: 11 kasus baru
Penajam Paser Utara: 10 kasus baru
Kutai Barat: 5 kasus baru
Mahakam Ulu: 1 kasus baru
Data ini mengonfirmasi bahwa Samarinda dan Balikpapan tetap menjadi episentrum utama penyebaran HIV/AIDS di provinsi ini pada tahun berjalan.
Data tersebut menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah untuk waspada terhadap persebaran penyakit HIV/AIDS.
Pemerintah perlu mengambil tindakan tegas untuk menekan angka tersebut hingga akhir 2025. ***
Editor : Dwi Puspitarini