BALIKPAPAN-Bina Keluarga Remaja (BKR) Aryo Penangsang, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masuk tiga besar BKR Percontohan Tingkat Nasional oleh BKKBN RI.
BKR Aryo Penangsang Balikpapan-Kaltim bersaing bersama BKR Jawa Barat dan BKR Bengkulu. Selasa (28/5) kehadiran tim penilai dari BKKBN RI untuk melakukan verifikasi lapangan.
Camat Balikpapan Utara Muhammad Fadli Pathurrahman mendoakan agar perolehan hasil terbaik didapat BKR Aryo Penangsang, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara dalam lomba tingkat nasional tersebut.
Di Kaltim ada sebanyak 83 Poktan BKR sedangkan di seluruh Indonesia ada 13.100 Poktan.
“Bersaing bersama tiga nominator kota besar lainnya menjadi kebanggaan. BKR Aryo Penangsang sangat berbangga mengalahkan sekian banyak poktan di Indonesia bukan hal mudah. Suatu capaian yang luar biasa,”ucapnya.
Di Balikpapan Utara mempunyai tingkat tengkes atau stunting yang sangat tinggi. Tetapi di BKR Aryo Penangsang juga banyak mendukung dengan berbagai macam inovasi yang dihasilkan.
Mulai dari penanganan stunting dengan pemberian makanan tambahan gizi dan protein kepada para remaja melalui inovasi Reting Aryo dengan pembiayaan di-support oleh CSR dari perusahaan sekitar.
Selain itu ada BKR Curhat Yuk atau layanan konsultasi online melalui link bitly. Juga Lipat 1001 yang merupakan salah satu penyampaian literasi lewat QR Code.
Inovasi tersebut disatukan dalam satu rumah informasi dalam QR Code BKR Aryo Penangsang.
"Harapan kami melalui kegiatan pengembangan digitalisasi informasi database dari BKR Aryo Penangsang akan dapat mempermudah mengakses informasi tersebut,"ungkap Fadli.
Di kesempatan itu juga disampaikannya dalam rangka percepatan penurunan stunting di Balikpapan Utara dibutuhkan keterlibatan semua pihak, salah satunya adalah dengan membuat program orang tua asuh stunting.
Dia mengatakan stunting juga tidak hanya menyasar keluarga ekonomi menengah ke bawah tetapi juga berdasarkan identifikasi di kelurahan telah menyasar masyarakat menengah ke atas.
Gerakan penanganan tengkes ini berupa bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi bagi anak dari keluarga berisiko stunting maupun kategori kurang mampu.
Sehingga diharapkannya dapat mencegah bertambahnya jumlah kasus stunting di Balikpapan Utara khususnya juga di Kota Balikpapan.
"Kami harapkan juga BKR ini dapat melebarkan sayapnya masuk ke semua segmen usia sehingga penanganan stunting maupun hal-hal lainnya dapat fokus dan dimaksimalkan," kata Fadli. (pms/pus/far)
Editor : Faroq Zamzami