KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) bersama kontraktor pelaksana kegiatan preservasi jalan menyiagakan alat berat dan material di sejumlah ruas Jalan Trans Kalimantan untuk mengamankan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Kutai Barat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN 1.8 Andi Muhamad Ruli Akib mengatakan, selama periode H-10 hingga H+10 Idulfitri, sebagian kegiatan proyek di lapangan akan dihentikan atau dikurangi.
“H-10 sampai H+10 Hari Raya Idulfitri, kegiatan di lapangan dihentikan atau dikurangi, kecuali pekerjaan berskala kecil yang tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Skandal 'Tambang Fiktif CV Aji Terbongkar, Kejati Geledah Dinas ESDM Empat Jam
Ia menjelaskan, langkah tersebut bertujuan untuk menjamin kelancaran arus kendaraan pemudik yang melintas di ruas Simpang Belusuh – Simpang Damai – Barong Tongkok – Mentiwan.
Menurutnya, BBPJN Kaltim bersama kontraktor dan konsultan supervisi paket Multi Years Contract (MYC) telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga kondisi jalan tetap aman dilalui selama masa mudik.
“Kontraktor telah menyiapkan alat berat dan material di beberapa titik untuk mengantisipasi jika terjadi kendala di lapangan yang dapat menghambat kelancaran arus mudik,” jelasnya.
Sementara itu, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Polres Kutai Barat juga memperkirakan puncak arus mudik akan berlangsung dalam dua gelombang.
Baca Juga: Tiket Kapal Mahal? Program Mudik Gratis Pegadaian Balikpapan Jadi Solusi Warga
Karena itu, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik diimbau untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan kendaraan pada puncak arus mudik. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo