
KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pemerintah Indonesia secara resmi mengarahkan penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memprioritaskan penerbangan langsung ke Arab Saudi. Langkah ini diambil guna memangkas ketergantungan pada rute transit melalui Malaysia dan Singapura.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa sebanyak 70 ribu jemaah umrah Indonesia selama ini tercatat menggunakan maskapai transit dari negara tetangga. Angka tersebut dinilai sebagai potensi besar yang semestinya mampu diserap oleh industri penerbangan dalam negeri.
Baca Juga: Polisi Ringkus Pembacok Suporter Persib di Bogor Kurang dari 24 Jam
"Jadi sementara ini untuk memastikan ekosistem ekonomi kita itu bisa berjalan dengan baik memperkuat penerbangan nasional kita," kata Dahnil di Jakarta, dikutip Selasa (27/10/2026).
Dalam arahannya, pemerintah secara spesifik menargetkan maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Lion Air untuk mengambil peran lebih dominan. Pemerintah ingin agar kedua maskapai tersebut menjadi penguasa pasar perjalanan umrah di tingkat nasional.
Baca Juga: Karhutla Ganggu 3.030 Penerbangan, 78 Bandara Terimbas Asap
Namun, Dahnil menegaskan bahwa peningkatan peran maskapai nasional harus dibarengi dengan komitmen kualitas layanan yang lebih baik. Harga tiket juga dituntut harus mampu bersaing dengan maskapai luar negeri agar tetap menjadi pilihan utama bagi para jemaah dan agen travel.
"Ketika kita ingin mendorong supaya mereka menjadi menguasai pasar umrah kita di dalam negeri, maka harus dipastikan mereka juga terus lebih kompetitif dibandingkan dengan maskapai luar negeri," tambah Dahnil.
Sebagai tindak lanjut, kementerian telah melakukan pertemuan koordinasi dengan sejumlah penyelenggara perjalanan, maskapai, dan pengelola bandara. Diskusi ini difokuskan pada penguatan layanan serta perbaikan fasilitas bagi jemaah yang akan berangkat menuju Tanah Suci.(*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




