Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Ganggu 3.030 Penerbangan, 78 Bandara Terimbas Asap

A
Penulis: Ari Arief❯
Lukman F Laisa
Lukman F Laisa

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Sebanyak 78 bandara di Indonesia terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang periode 18 hingga 25 Oktober 2026. Sebanyak 70 bandara di antaranya dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, tujuh bandara di bawah Angkasa Pura, dan satu bandara swasta.

Data Kementerian Perhubungan mencatat gangguan operasional ini memuncak dalam periode 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026. Sebanyak 3.030 penerbangan terdampak dengan 154 rute mengalami gangguan serta 1.700 penerbangan dibatalkan.

"Secara keseluruhan sejak 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026, sebanyak 3.030 penerbangan terdampak dengan 154 rute mengalami gangguan dan sekitar 1.700 penerbangan dibatalkan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa di Jakarta,  dikutip Selasa (27/10/2026).

Lukman memaparkan rute menuju Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Sementara itu, sebanyak 617 penerbangan perintis di wilayah Papua, Kalimantan, dan Maluku turut mengalami gangguan operasional.

Kementerian Perhubungan telah memberikan izin operasional bagi 42 helikopter untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah kini mulai melihat perbaikan kondisi di beberapa wilayah karena perubahan cuaca.

"Yang jelas kalau area yang saat ini mulai berkurang seperti Papua, yang tadinya 12 bandara sekarang tinggal 7. Makin berkurang karena musim hujan sudah mulai ada dan penerbangan bisa lebih lancar," kata Lukman menambahkan.

Sebagai langkah mitigasi, Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE MHB 4 Tahun 2026 mengenai kewaspadaan sarana transportasi terhadap bahaya karhutla. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE 19 Tahun 2026 yang ditujukan kepada seluruh operator penerbangan dan pengelola bandara.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Deteksi 1.106 Titik Panas di Kaltim, Waspada Udara Kabur dan Potensi Karhutla Sepekan Ke Depan

BMKG Deteksi 1.106 Titik Panas di Kaltim, Waspada Udara Kabur dan Potensi Karhutla Sepekan Ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih didominasi udara kabur.

Disdikpora PPU Opsi Siapkan Surat Edaran Wajib Masker, Belum Pilih Libur Sekolah

Disdikpora PPU Opsi Siapkan Surat Edaran Wajib Masker, Belum Pilih Libur Sekolah

Merespons kabut asap memburuk di PPU, Disdikpora siapkan SE wajib masker & batasi kegiatan luar kelas. Sekolah belum diliburkan.

Tarif Bandara dan Pelabuhan: MTI Kaltim Dorong Diskon Off-Peak

Tarif Bandara dan Pelabuhan: MTI Kaltim Dorong Diskon Off-Peak

Tingginya harga tiket pesawat menuntut pemerintah mengambil solusi tepat dan akurat. Hal itu juga harus selaras dengan perkembangan daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer