Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panduan Praktis Merawat Bagasi Mobil agar Bebas Jamur dan Karat

A
Penulis: Ari Arief❯
Ilustrasi cara memperlakukan bagasi kendaraan agar tidak bau apek, dan berdebu.(generate ai)
Ilustrasi cara memperlakukan bagasi kendaraan agar tidak bau apek, dan berdebu.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Area bagasi mobil sering kali menjadi bagian yang paling akhir dibersihkan atau bahkan terlewatkan saat mencuci kendaraan. Padahal, ruang penyimpanan belakang ini memiliki peran penting dalam menampung aneka barang bawaan harian, mulai dari belanjaan pasar, peralatan olahraga, koper liburan, hingga muatan basah dan kotor.

Jika dibiarkan kotor dalam jangka waktu lama, bagasi dapat berubah menjadi sarang debu, menumbuhkan spora jamur, dan memicu bau apek di seluruh kabin mobil. Selain persoalan kenyamanan, genangan tumpahan air di lantai bagasi juga berisiko tinggi menimbulkan karat pada plat bodi kendaraan.

Disitir dari rilis panduan resmi di laman Daihatsu, Kamis (22/10/2026), pemilik mobil dianjurkan menjalankan pembersihan rutin setiap dua hingga empat minggu sekali. Proses pembersihan diawali dengan mengeluarkan seluruh barang bawaan, menyedot kotoran menggunakan vacuum cleaner hingga ke sela lipatan jok, lalu mengelap dinding samping memakai kain mikrofiber lembap berbusa pembersih interior.

Untuk proteksi jangka panjang, pemilik mobil disarankan memasang karpet pelindung tambahan (trunk mat) berbahan karet atau sintetis TPU/EVA. Lapisan ini dinilai jauh lebih kedap air, tahan terhadap tumpahan minyak maupun lumpur, serta praktis dilepas saat dicuci, terutama jika menggunakan ukuran custom fit yang presisi.

Penataan muatan juga memegang peranan penting demi menghindari goresan pada dinding interior akibat pergeseran barang saat mobil mengerem atau berakselerasi mendadak. Pengemudi dapat memanfaatkan cargo net atau trunk organizer untuk perkakas, sedangkan muatan basah seperti ikan segar wajib dilapisi kantong plastik tebal atau dimasukkan ke dalam cooler box.

Masalah sirkulasi udara dan kelembapan di ruang tertutup bagasi dapat diantisipasi dengan membuka pintu bagasi selama 15 hingga 30 menit di tempat teduh usai dibersihkan. Pemilik kendaraan juga bisa meletakkan bahan penyerap alami seperti kantong arang aktif (activated charcoal), bubuk kopi, atau penyerap kelembapan di sudut kabin guna melenyapkan bau tidak sedap.

Langkah perawatan yang tidak kalah vital adalah memeriksa kompartemen penyimpanan ban cadangan di bawah lantai bagasi secara berkala setiap dua hingga tiga bulan sekali. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi rembesan air hujan akibat karet pintu yang getas atau robek, sehingga genangan air dapat segera dikeringkan sebelum merusak plat dasar bodi mobil.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Awas! Kebiasaan Ngupil Ternyata Simpan Bahaya Kesehatan Serius

Awas! Kebiasaan Ngupil Ternyata Simpan Bahaya Kesehatan Serius

Sering ngupil sembarangan? Awas, kebiasaan ini rentan picu mimisan, iritasi mukosa, hingga infeksi bakteri serius. Jaga kebersihan tangan!

Dari Jalan hingga Laut Dikepung Debu, Kades Sekerat Minta Pemerintah dan Perusahaan Bertindak

Dari Jalan hingga Laut Dikepung Debu, Kades Sekerat Minta Pemerintah dan Perusahaan Bertindak

Debu kembali menjadi persoalan bagi masyarakat Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim).

Debu Diduga dari Area Aktivitas Tambang, Pengguna Jalan Poros Sangatta–Bengalon Mengeluh

Debu Diduga dari Area Aktivitas Tambang, Pengguna Jalan Poros Sangatta–Bengalon Mengeluh

Debu kembali menjadi keluhan pengguna Jalan Poros Sangatta–Bengalon, Kutai Timur (Kutim).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer