Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar RBRA Utama, Pemkot Samarinda Benahi Taman Cerdas  

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

 


Advertisement

Kepala DP2PA Kota Samarinda, Ibnu Araby.
Kepala DP2PA Kota Samarinda, Ibnu Araby.
 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda terus memacu pembenahan fasilitas Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Taman Cerdas, Jalan S Parman. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar simulasi kebencanaan dan kerja bakti lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (30/1/2026).

Advertisement

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, Ibnu Araby mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil audit dan evaluasi tim auditor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada 24–27 November 2025 lalu.

“Dari hasil audit, ada beberapa catatan terkait kelengkapan sarana dan fasilitas di Taman Cerdas. Nilai yang harus kita penuhi itu 504 poin agar masuk kategori RBRA utama,” ujarnya, Jumat (30/1).

Saat audit dilakukan, sejumlah fasilitas belum memenuhi angka tersebut. Karena itu, Pemkot Samarinda diberi waktu hingga 31 Januari 2026 untuk melengkapi seluruh persyaratan sebelum dilakukan evaluasi lanjutan di tingkat kementerian.

Advertisement

“Kami sudah beberapa kali rapat koordinasi, mulai 5 Desember, 15 Desember, hingga 20 Januari. Setelah paparan ke Wali Kota, arahan beliau jelas, target RBRA utama harus dikejar dan seluruh OPD diminta mendukung,” kata Ibnu.

Sejak pertengahan pekan ini, DP2PA bersama OPD terkait melakukan pembenahan fisik di kawasan Taman Cerdas. Mulai dari pengecatan kursi beton dan alat permainan, menumpulkan sudut-sudut tajam, menutup baut terbuka, hingga penambahan vegetasi dan pembaruan tempat sampah.

“DLH membantu penataan lingkungan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian membuat rak hidroponik, Disdikbud menyiapkan mading, PUPR memfasilitasi sarana prasarana, dan OPD lainnya ikut terlibat,” jelasnya.

Selain pembenahan fisik, salah satu persyaratan penting penilaian RBRA adalah pelaksanaan simulasi kebencanaan yang melibatkan anak-anak dan forum anak. Simulasi tersebut memiliki bobot penilaian yang cukup besar.

“Hari ini kita laksanakan simulasi kebencanaan bersama OPD dan forum anak. Ini bagian penting dari penilaian RBRA,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, anak-anak dan staf dan aparatur dilatih menghadapi potensi bencana banjir dan longsor, seiring masuknya musim hujan di Samarinda. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Ibnu menambahkan, seluruh hasil kegiatan dan kelengkapan sarana akan dilaporkan melalui borang penilaian RBRA yang diunggah ke Kementerian PPA. “Borang ini akan kami unggah dalam waktu satu minggu ke depan. Setelah itu, tim kementerian akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pemkot Samarinda mendorong penambahan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas   

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas  

Prof Iwan M Ramdan mengingatkan dampak jangka panjang paparan polutan PM 2,5 akibat karhutla.

Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini   

Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini  

Prof Iwan M Ramdan menilai lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim tidak bisa dianggap sepele.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer