Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sampah Plastik Ancam Fungsi Polder Air Hitam Samarinda

D
Penulis: Denny Saputra❯
MIRIS: Kawasan polder Air Hitam di Kecamatan Samarinda Ulu, menjadi salah satu retensi banjir kini terancam oleh sampah plastik. (DENNY SAPUTRA/KP)
MIRIS: Kawasan polder Air Hitam di Kecamatan Samarinda Ulu, menjadi salah satu retensi banjir kini terancam oleh sampah plastik. (DENNY SAPUTRA/KP)

Advertisement

SAMARINDA - Keberadaan polder Air Hitam di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, menjadi salah satu infrastruktur penting untuk menahan limpasan air dan mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut, misalnya Jalan AW Syaharanie Samarinda.

Namun, area retensi seluas sekitar lima hektare itu kini menghadapi persoalan klasik, sampah plastik. Kondisi ini kerap terlihat saat tim swakelola melakukan pengerukan sedimentasi secara rutin.

Advertisement

Aktivitas masyarakat di sekitar polder memang cukup ramai. Banyak pedagang asongan hingga penjual kopi keliling yang mangkal, sehingga area tersebut menjadi titik berkumpul warga untuk bersantai. Sayangnya, tidak semua pengunjung memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

Kepala UPTD Pemeliharaan Saluran Drainase dan Irigasi Dinas PUPR Samarinda Akhmad Supriyadi mengatakan persoalan sampah di polder Air Hitam sebagian besar dipicu perilaku masyarakat yang kurang disiplin. Meski tersedia petugas kebersihan di kawasan itu, sampah plastik tetap sering ditemukan menumpuk.

“Banyak kami dapati ketika melakukan pembersihan sedimentasi,” singkatnya, Jumat (3/4).

Advertisement

Menurutnya, banyak sampah yang awalnya dibuang sembarangan di sekitar area polder. Ketika hujan turun, sampah tersebut terbawa aliran air dan akhirnya masuk ke dalam kolam retensi. Akibatnya, tim yang melakukan penyedotan maupun pengerukan kerap menemukan sampah dalam jumlah besar bercampur dengan lumpur.

“Karena bentuk sampahnya biasanya gelas dan bungkus plastik ya,” terangnya.

Ia menambahkan, keberadaan pedagang minuman keliling turut menyumbang volume sampah plastik dari gelas sekali pakai. Pengunjung yang selesai minum kerap meninggalkan kemasan di sekitar lokasi, sehingga berpotensi masuk ke sistem drainase saat hujan turun.

“Kalau dari kami, ya diusahakan buang sampah di tempat yang sudah disediakan. Dikemas dengan baik, jangan dibuang sembarangan. Kalau kebiasaan ini terus terjadi, saat kami menyedot sedimentasi di polder, sampahnya luar biasa banyak,” ujarnya.

Sebagai informasi kawasan tersebut terdapat satu TPS dan insinerator yang bisa menjadi lokasi untuk pembuangan sampah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Atasi Kendala Gambut, Pembangunan Embung Lawe-Lawe Terus Dikebut   

Atasi Kendala Gambut, Pembangunan Embung Lawe-Lawe Terus Dikebut  

PUPR PPU tengah mengoptimalkan pengerjaan embung di kawasan Lawe-Lawe.

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air   

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air  

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar, menyoroti maraknya proyek pembangunan perumahan baru yang menutup jalur pembuangan.

DPRD Samarinda Minta Drainase Terintegrasi, Penanganan Banjir Harus Jelas

DPRD Samarinda Minta Drainase Terintegrasi, Penanganan Banjir Harus Jelas

Pemkot Samarinda diminta mematangkan strategi penanganan banjir selama musim kemarau sebagai persiapan menghadapi musim hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer