Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parkir Berlangganan Masih Sepi Peminat, DPRD Usulkan Skema Cicilan

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. 
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Program parkir berlangganan yang digagas Pemerintah Kota Samarinda ternyata bukan kebijakan baru. Skema tersebut sudah mulai berjalan sejak 2025. Namun hingga kini tingkat partisipasi masyarakat masih relatif rendah sehingga pemerintah bersama DPRD terus mencari formulasi agar program tersebut lebih diminati tanpa membebani warga.

Advertisement

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, status parkir berlangganan saat ini masih bersifat opsional. Karena itu, pemerintah tidak akan memaksakan masyarakat untuk langsung bergabung, melainkan mengedepankan pendekatan dan edukasi secara bertahap. "Program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2025. Hanya saja tingkat partisipasinya masih rendah. Karena itu kami mencari strategi bagaimana mengedukasi dan mengajak masyarakat agar mau ikut parkir berlangganan," ujarnya, Kamis (11/6).

Menurut Deni, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggandeng kalangan aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga dealer kendaraan bermotor. Bahkan, parkir berlangganan dinilai bisa diintegrasikan dalam paket pembelian kendaraan baru. "Misalnya ketika membeli kendaraan baru, sudah termasuk paket parkir berlangganan selama satu tahun. Setelah itu baru pemilik kendaraan memutuskan apakah akan memperpanjang atau tidak," jelasnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong Dinas Perhubungan menyiapkan berbagai insentif untuk meningkatkan minat masyarakat. Salah satunya melalui pemberian diskon atau program promosi sebagaimana yang diterapkan pada sejumlah layanan publik lainnya.

Advertisement

Di sisi lain, Komisi III juga menyoroti besaran tarif parkir berlangganan yang saat ini sebesar Rp400 ribu per tahun untuk kendaraan roda dua dan Rp1 juta per tahun untuk kendaraan roda empat.

Menurut Deni, nominal tersebut sebenarnya masih lebih murah dibanding biaya parkir harian yang dikeluarkan masyarakat dalam setahun. Namun demikian, pemerintah perlu menyiapkan skema pembayaran yang lebih fleksibel. "Kami mengusulkan agar ada pilihan cicilan. Jadi masyarakat tidak harus membayar sekaligus Rp400 ribu atau Rp1 juta di depan. Bisa dicicil enam kali, delapan kali, atau sepuluh kali sehingga tidak memberatkan," ungkapnya.

Ia menegaskan, tujuan utama parkir berlangganan bukan semata-mata meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat."Prinsipnya bagaimana program ini bisa menata parkir di Samarinda tanpa membebani masyarakat. Karena itu harus ada pilihan-pilihan yang memudahkan warga untuk ikut berpartisipasi," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air   

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air  

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar, menyoroti maraknya proyek pembangunan perumahan baru yang menutup jalur pembuangan.

DPRD Samarinda Minta Drainase Terintegrasi, Penanganan Banjir Harus Jelas

DPRD Samarinda Minta Drainase Terintegrasi, Penanganan Banjir Harus Jelas

Pemkot Samarinda diminta mematangkan strategi penanganan banjir selama musim kemarau sebagai persiapan menghadapi musim hujan.

DPRD Samarinda Desak PLN Tuntaskan Pemadaman Bergilir

DPRD Samarinda Desak PLN Tuntaskan Pemadaman Bergilir

DPRD Samarinda meminta PLN memberikan solusi teknis dan kepastian pasokan listrik setelah pemadaman bergilir kembali terjadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer