Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rayap Kabel Jadi Sorotan, DPRD Samarinda Minta Pengawasan Smart City Diperkuat

D
Penulis: Denny Saputra❯
MASIH RUSAK: Salah satu titik kerusakan jalan menunggu perbaikan dari pihak terkait, karena mengancam keselamatan pengguna jalan. DENNY SAPUTRA/KP
MASIH RUSAK: Salah satu titik kerusakan jalan menunggu perbaikan dari pihak terkait, karena mengancam keselamatan pengguna jalan. DENNY SAPUTRA/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Aksi pencurian kabel yang menyebabkan kerusakan sejumlah ruas jalan di Samarinda menjadi perhatian DPRD Samarinda. Kejadian ini turut memunculkan sorotan terhadap efektivitas program smart city, terutama dalam mendukung pengawasan dan pemantauan aktivitas di ruang publik.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, program smart city semestinya terintegrasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar berbagai kejadian di kota dapat terpantau.

Pemanfaatan CCTV perlu diperluas sehingga pengawasan tidak hanya bergantung pada laporan masyarakat. “Harusnya smart city itu sistem kontrol secara keseluruhan, tidak hanya menyangkut programnya, tetapi juga pengawasannya,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa (27/10).

Dia menjelaskan, pemerintah perlu mengevaluasi titik-titik pengawasan yang belum terjangkau kamera pemantau. Penambahan CCTV dinilai dapat membantu mencegah tindak pencurian sekaligus mendukung proses penyelidikan ketika terjadi pelanggaran hukum.

“Rekaman yang tersedia sebelumnya turut membantu penelusuran kasus pencurian kabel oleh kepolisian. Karena itu, integrasi sistem pemantauan antardinas perlu diperkuat agar informasi dapat ditindaklanjuti lebih cepat,” jelasnya.

Advertisement

Selain peran pemerintah, Dia juga meminta masyarakat ikut mengawasi aktivitas mencurigakan, terutama pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur kota. Warga diharapkan melaporkan kegiatan yang tidak disertai pemberitahuan resmi di tingkat kelurahan maupun RT.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau OPD, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Terkait kerusakan jalan akibat pembongkaran oleh pelaku pencurian, dia berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda telah menyatakan kesiapan melakukan perbaikan.

Penanganan diminta segera dilakukan untuk menutup lubang dan mencegah risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. “Kami berharap penguatan pengawasan dan percepatan perbaikan dapat berjalan beriringan, sehingga keamanan infrastruktur serta keselamatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Soroti Kerusakan Teras Samarinda 2, Wacanakan Panggil PUPR

DPRD Soroti Kerusakan Teras Samarinda 2, Wacanakan Panggil PUPR

DPRD Samarinda soroti kerusakan lantai di Teras Samarinda 2. Komisi III berencana panggil Dinas PUPR untuk evaluasi teknis dan pengawasan.

Insinerator Samarinda Reduksi 92 Persen Sampah, 60 Ton Jadi Abu

Insinerator Samarinda Reduksi 92 Persen Sampah, 60 Ton Jadi Abu

DLH Samarinda berhasil mereduksi 750 ton sampah hingga 92 persen menggunakan mesin insinerator, sisanya 60 ton menjadi abu.

Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda Dikeluhkan, DPRD Panggil Asisten II dan Dirut Varia Niaga

Pembongkaran Lapak UMKM di Teras Samarinda Dikeluhkan, DPRD Panggil Asisten II dan Dirut Varia Niaga

Pelaku UMKM meminta kejelasan atas pembongkaran lebih awal lapak bazar saat Nusantara Fest 2026 di Teras Samarinda Tahap I.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer