Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Insinerator Samarinda Reduksi 92 Persen Sampah, 60 Ton Jadi Abu

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
PEMUSNAHAN: Insinerator Samarinda mereduksi 750 ton sampah hingga 92 persen, dengan 60 ton tersisa menjadi abu. HAFIZ/KP
PEMUSNAHAN: Insinerator Samarinda mereduksi 750 ton sampah hingga 92 persen, dengan 60 ton tersisa menjadi abu. HAFIZ/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sebanyak 750 ton sampah dibakar melalui mesin insinerator di Samarinda sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 92 persen berhasil direduksi, sedangkan sisanya sekitar 60 ton berupa abu.

Capaian itu tercantum dalam laporan evaluasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda terhadap operasional 10 unit insinerator di sembilan titik. Laporan tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota Samarinda dan dibahas bersama perangkat daerah terkait serta para penanggung jawab insinerator dalam rapat koordinasi, Selasa (27/10).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar mengatakan, insinerator berfungsi mengurangi volume sampah, bukan menghilangkannya secara keseluruhan. Penggunaan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan.

"Dari 750 ton sampah yang kita bakar, sekitar 92 persen berhasil direduksi. Sisanya sekitar 60 ton berupa abu. Ini menjadi capaian positif dalam pemanfaatan insinerator di Samarinda," ujar Taufiq, Selasa (27/10).

Meski capaian reduksi memenuhi target, DLH masih berupaya meningkatkan volume sampah yang dapat dibakar. Salah satu kendalanya adalah pemilahan sampah sebelum masuk ke mesin insinerator.

Advertisement

Menurut Taufiq, tidak semua jenis sampah dapat dibakar. Pemilahan tidak cukup hanya dengan memisahkan sampah basah dan kering karena sejumlah material berpotensi menimbulkan asap saat dibakar.

Material seperti styrofoam, logam, kain, kertas, daun hijau maupun kering, serta ranting pohon perlu diperhatikan dalam proses pemilahan. Jenis sampah yang masuk ke insinerator harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan mesin.

"Peningkatan volume pembakaran masih sangat bergantung pada pemilahan sampah. Tidak semua sampah kering bisa dibakar. Ada material yang berpotensi menimbulkan asap sehingga perlu diperhatikan," jelasnya.

DLH terus mengevaluasi operasional insinerator untuk meningkatkan efektivitas pengurangan volume sampah. Optimalisasi pemilahan menjadi salah satu langkah agar lebih banyak sampah dapat diolah dan beban TPA Sambutan berkurang. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemisahan Dinas Berkait Kebudayaan dan Pariwisata Samarinda Ditarget Rampung Akhir 2026

Pemisahan Dinas Berkait Kebudayaan dan Pariwisata Samarinda Ditarget Rampung Akhir 2026

Pemkot Samarinda menyiapkan penataan kelembagaan untuk memisahkan urusan kebudayaan dan pariwisata dalam satu perangkat daerah khusus

Terowongan Samarinda Tunggu Uji Beban UGM, Pemkot Tegaskan SLF Syarat Mutlak Dibuka untuk Umum

Terowongan Samarinda Tunggu Uji Beban UGM, Pemkot Tegaskan SLF Syarat Mutlak Dibuka untuk Umum

Terowongan Samarinda Rp432 M tunggu uji beban & SLF dari BKJTK-UGM sebelum dibuka. Plt Kadis PUPR Hendra Kusuma beber alasannya

SMK Kehutanan Negeri Samarinda Gelar In House Training Kesiapsiagaan Bencana, P3K, dan K3

SMK Kehutanan Negeri Samarinda Gelar In House Training Kesiapsiagaan Bencana, P3K, dan K3

SMK Kehutanan Negeri Samarinda gelar pelatihan Kesiapsiagaan Bencana, P3K, dan K3 bagi warga sekolah demi tingkatkan keselamatan lingkungan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer