KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Usia senja bukan berarti berhenti berkarya. Itulah semangat yang dibawa Sekolah Lanjut Usia (Lansia), program pemberdayaan masyarakat yang kini terus berkembang di Kalimantan Timur.
Melalui sekolah non formal ini, para lansia diajak memperhatikan kesehatan, memperluas pengetahuan, hingga menjaga kebahagiaan di masa tua. Program ini lahir sebagai salah satu quick win pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.
Di Kaltim, sejumlah sekolah lansia sudah terbentuk dan menjadi ruang belajar sekaligus wadah berkegiatan yang membuat warga lanjut usia lebih tangguh dan berdaya.
Salah satu yang aktif berkegiatan yakni Sekolah Lansia Gema Lantang di Kelurahan Sindangsari Kecamatan Sambutan yang diresmikan sejak 2023 lalu.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Nurizky Permanajati menyebut sekolah lansia bukan sekadar wadah pertemuan rutin. Ada target jelas agar setiap kabupaten dan kota minimal memiliki satu sekolah lansia yang aktif berjalan.
“Kalau satu sudah jalan, yang lain juga akan berkembang. Materinya bukan hanya untuk lansia, tapi juga keluarganya. Ada pemeriksaan kesehatan, edukasi perawatan jangka panjang, sampai tausiah agama. Jadi kita mix,” terangnya, Jumat (19/9).
Materi sekolah lansia memang dirancang berlapis. Peserta yang berusia 50 tahun ke atas tak hanya diajak menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
Kegiatan rutin yang digelar setiap pekan mencakup pemeriksaan kesehatan, konseling psikolog, hingga aktivitas menyenangkan seperti senam, bernyanyi, atau mewarnai. Semua diarahkan agar para lansia tetap sehat sekaligus bahagia.
Salah satu peserta di Sekolah Lansia Kelurahan Sindang Sari, Turinah, mengaku manfaat sekolah lansia langsung terasa. Setiap Jumat para lansia diperiksa kesehatan, termasuk layanan psikolog juga.
“Jadi tahu apa yang harus dilakukan tiap hari. Yang paling bikin bahagia itu bisa kumpul dengan teman-teman,” singkatnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo