KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penanganan pascakebakaran di Pasar Segiri terus dikebut. Tak ingin aktivitas ekonomi lumpuh terlalu lama, Pemerintah Kota Samarinda langsung menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pembersihan hingga pembangunan kembali los sayur Pasar Segiri yang terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda usai peninjauan lapangan sehari sebelumnya. Fokus utama saat ini adalah percepatan penanganan agar pedagang bisa segera kembali berjualan.
"Di lapangan hari ini sudah bekerja tim terpadu dari DLH, Dinas Perdagangan, BPBD, dan lainnya untuk melakukan pembersihan. Arahan wali kota jelas, penanganan harus segera dan aktivitas jual beli harus cepat pulih," ujarnya, Jumat (27/3).
Sejumlah instansi turut dilibatkan, termasuk Dinas PUPR dan Kejaksaan Negeri untuk memastikan percepatan penanganan tetap sesuai ketentuan hukum dan regulasi. Hasil sementara akan disampaikan kepada wali kota sebagai dasar penentuan langkah lanjutan.
Di lapangan, BPBD menurunkan dua unit ekskavator dan enam operator. Selain itu, sekitar 20 personel BPBD dikerahkan dan bekerja bersama tim gabungan dari berbagai instansi. Dukungan alat berat juga datang dari DLH dengan lima unit dump truck serta tambahan tiga unit dari PUPR guna mempercepat pengangkutan sisa material kebakaran.
"Pembersihan kita upayakan maraton. Targetnya secepat mungkin, bahkan malam ini sudah mulai penyemprotan. Estimasi maksimal dua hari area sudah bersih," jelasnya.
Sementara itu, hasil kaji cepat BPBD mencatat total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp 12,5 miliar. Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan, barang dagangan, hingga beberapa kendaraan milik pedagang.
Pemkot berharap, setelah pembersihan rampung, proses pembangunan kembali bisa segera dilakukan sehingga pedagang tidak terlalu lama kehilangan mata pencaharian. (*)
Editor : Sukri Sikki