KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Dunia hiburan Tanah Air kembali dirundung duka. Penyanyi sekaligus pencipta lagu era 80-an, Irianti Erningpraja, meninggal dunia pada usia 59 tahun.
Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (27/5/2025) pukul 14.14 WIB.
Kabar kepergian Irianti pertama kali beredar melalui unggahan rekan-rekan musisi seperti Stanley Tulung dan Nicky Astria, yang turut menyampaikan belasungkawa dan mengenang sosoknya sebagai figur penting dalam perjalanan musik Indonesia.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang dengan tenang sahabat kami tercinta, Neng Irianti Erningpraja. Didampingi keluarga dan sahabat terdekat," tulis Stanley dalam akun Instagram-nya, menyebutkan nama suami almarhumah, Mas Piko, serta dua anaknya, Irsa dan Gani, sebagai saksi kepergian sang musisi.
Baca Juga: Kimberly Ryder Diisukan Dekat dengan Baim Wong, Warganet Sindir Cowok Pelit
Irianti dikenal luas bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai pencipta lagu, aktris, bahkan perenang nasional.
Sepanjang kariernya, ia sempat berkolaborasi dengan sejumlah nama besar seperti Vina Panduwinata, Atiek CB, hingga Nia Zulkarnaen.
Reputasinya sebagai penyanyi dengan karakter vokal kuat dan kemampuan menciptakan lagu membuatnya menjadi salah satu ikon perempuan di industri musik Indonesia era 80 hingga 90-an.
"Aktris, perenang, pencipta lagu, dan penyanyi luar biasa di era 90-an. Semoga husnul khatimah. Doa terbaik untuk keluarga yang ditinggalkan," tulis Nicky Astria mengenang rekannya itu.
Baca Juga: Tersandung Hak Cipta, Lesti Kejora Dilaporkan Yoni Dores, Ini Responsnya
Selain musik, Irianti juga sempat mencicipi dunia pertelevisian sebagai presenter di berbagai program TV swasta, memperlihatkan fleksibilitasnya di ranah hiburan.
Jenazah Irianti rencananya akan disemayamkan di rumah duka kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Para kerabat dan sahabat telah berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Irianti menambah daftar kehilangan besar dalam dunia seni Tanah Air. Meski telah tiada, karya dan warisan musiknya akan terus dikenang oleh generasi masa kini dan mendatang.(*)
Editor : Thomas Priyandoko