KALTIMPOST.ID-Sebuah video yang menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang minum kopi mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Video itu diduga merupakan klarafikasi tentang rumor yang menyebutkan bahwa Netanyahu menghilang beberapa hari dan muncul dalam pidato yang tampak kejanggalan tangannya memiliki 6 jari, yang diduga hasil buatan AI.
Video terbaru ini juga memicu spekulasi setelah sejumlah pengguna internet menilai ada kejanggalan visual yang diduga berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Isu ini mencuat setelah seorang pengguna media sosial X, Matt Wallace, mengunggah analisis singkat terkait potongan video tersebut.
Dalam unggahannya, Wallace mengaku awalnya menganggap rumor tersebut berlebihan. Namun setelah menonton ulang video itu dalam kecepatan lambat, ia mulai mempertanyakan kemungkinan penggunaan teknologi AI.
Menurut Wallace, ada momen dalam video yang tampak seperti “glitch” atau gangguan visual pada bagian saku jas Netanyahu.
Ia juga menyoroti beberapa hal lain yang dianggap janggal, seperti gerakan kopi di cangkir, sosok pria bermasker di latar belakang, serta tampilan pemandangan sekitar.
Ia pun mempertanyakan apakah video tersebut dibuat untuk merespons rumor yang beredar sebelumnya tentang Netanyahu.
Wallace berspekulasi bahwa waktu yang dibutuhkan untuk merilis video tersebut mungkin digunakan untuk menghasilkan rekaman yang terlihat sangat sempurna dengan bantuan teknologi AI.
Meski demikian, Wallace menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menyebarkan teori konspirasi. Ia hanya mengajak publik untuk lebih kritis melihat kemungkinan penggunaan teknologi canggih dalam konten video yang beredar di internet.
Ia juga menyinggung bahwa Israel dikenal sebagai salah satu negara dengan pengembangan teknologi kecerdasan buatan yang sangat maju. Karena itu, menurutnya, tidak menutup kemungkinan teknologi tersebut dimanfaatkan dalam berbagai situasi, termasuk dalam perang informasi atau psikologis.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait spekulasi tersebut. Namun diskusi mengenai video itu terus berkembang di media sosial, dengan banyak pengguna yang mencoba menganalisis ulang setiap detail rekaman yang beredar.(*)
Editor : Thomas Priyandoko