KALTIMPOST.ID, Pulau Banda Neira di Maluku Tengah sedang viral di TikTok karena keindahan alam dan nilai sejarahnya yang memukau.
Banyak warga Kalimantan Timur, khususnya Samarinda dan Balikpapan, penasaran bagaimana cara menuju pulau eksotis ini.
Meski belum ada penerbangan langsung dari Kalimantan Timur, perjalanan tetap bisa dilakukan melalui Balikpapan dan Ambon.
Dari Samarinda, Anda bisa menempuh perjalanan darat ke Balikpapan dalam waktu 2-3 jam dengan biaya sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000.
Dari Bandara Sepinggan Balikpapan, tersedia penerbangan ke Ambon dengan harga tiket pulang-pergi berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta.
Perjalanan udara ini biasanya transit di Makassar atau Surabaya dan memakan waktu 5-7 jam.
Setelah tiba di Ambon, perjalanan dilanjutkan ke Banda Neira dengan dua pilihan utama.
Kapal laut seperti KM Sangiang atau KM Pangrango menempuh perjalanan selama 14-16 jam dengan tarif dewasa sekitar Rp141.000 per perjalanan.
Alternatif lain adalah menggunakan pesawat perintis seperti Susi Air yang terbang sekitar 45 menit, dengan harga tiket berkisar antara Rp350.000 hingga Rp1,5 juta, meski jadwal penerbangan terbatas dan tidak setiap hari.
Total biaya perjalanan pulang-pergi dari Samarinda ke Banda Neira diperkirakan antara Rp2,3 juta hingga Rp 5,7 juta, tergantung moda transportasi dan waktu pemesanan tiket.
Selain biaya perjalanan, pengunjung juga perlu memperhitungkan biaya penginapan yang berkisar antara Rp150.000 hingga Rp700.000 per malam.
Ada juga biaya makan dan aktivitas seperti snorkeling atau diving yang bisa menambah pengeluaran sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta selama beberapa hari.
Meskipun perjalanan membutuhkan perencanaan yang matang dan sedikit usaha, keindahan Banda Neira yang kini viral di TikTok menjadikannya destinasi yang sangat layak untuk dijelajahi.
Bagi warga Kalimantan Timur, rute via Balikpapan dan Ambon adalah cara paling realistis dan efektif untuk sampai ke pulau rempah yang mempesona ini.
Dengan perencanaan matang, warga Kalimantan Timur bisa menikmati salah satu surga tersembunyi Indonesia Timur ini tanpa harus transit ke Jawa terlebih dahulu.
Editor : Hernawati