KALTIMPOST.ID, BIRMINGHAM – Tiga pekan berturut-turut tampil di turnamen elite dunia akhirnya membuat Rehan Naufal Kusharjanti/Gloria Emanuelle Widjaja (HanGlo) kelelahan.
Dampaknya terlihat nyata di babak perempat final All England 2025, Jumat (14/3), saat mereka harus mengakui keunggulan ganda Tiongkok Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin dengan skor 10-21, 14-21 di Utilita Arena, Birmingham.
Gloria tak kuasa menahan air mata. Ia mengaku sangat emosional setelah laga. “Saya cukup emosional karena saya sedang melawan kondisi tubuh saya sendiri,” ucapnya sembari berlinang air mata.
Tiga pekan tanpa jeda membuat kondisi fisik mereka anjlok. “Saya melihat peluang sebenarnya ada. Tapi ketika sudah berusaha keras dan tetap tidak bisa, itu bikin kesal sendiri,” ujarnya jujur.
Baca Juga: Kemungkinan Jadi Porprov Terakhir, Atlet Panahan Rohani Sephia Ingin Tampil All Out
Meski hanya sampai di delapan besar, Gloria tetap berbesar hati. “Sebenarnya, ini hasil yang bagus. Dua turnamen sebelumnya kami masuk final. Tapi sebagai atlet, pasti ingin lebih. Manusia memang ada batasnya, dan tadi saya kesulitan mengontrol emosi,” ucap eks pasangan Dejan Ferdinansyah tersebut.
Sementara Rehan mengakui, lawan mereka punya pola permainan yang sulit ditebak. “Mereka pasangan baru, jadi pola mainnya masih unpredictable. Tapi kami tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan,” ujar putra legenda bulutangkis Tri Kusharjanto itu.
HanGlo berjanji untuk segera move on. Mereka akan tampil kembali di Polish International Challenge pekan depan, dan menatap peluang lebih baik. “Kami boleh bersedih hari ini, tapi besok harus latihan lagi. Target kami tetap juara di turnamen berikutnya,” pungkas Rehan.
Editor : Thomas Priyandoko