Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pasar Tumpah di Bukit Pringgodani Jadi Unggulan Desa Wisata

Ismet Rifani • Rabu, 7 Februari 2024 | 06:53 WIB

 

 

Pasar Tumpah di Bukit Pringgodani. Unik dan jadi unggulan sebagai destinasi Desa Wisata di Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan.
Pasar Tumpah di Bukit Pringgodani. Unik dan jadi unggulan sebagai destinasi Desa Wisata di Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan.

 

BALIKPAPAN – Setelah viral dan kian ramai dikunjungi wisatawan, Taman Wisata Bukit Pringgondani akhirnya diresmikan oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Minggu (4/2). Pasar tumpah yang dikelola masyarakat sekitar berkembang menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Minyak. Tepatnya berlokasi di Gunung Binjai, Teritip.

 

Kepala Disporapar Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, sebelumnya pasar tumpah ini mulai ramai sejak Oktober tahun lalu. Secara perlahan jumlah kunjungan terus meningkat dan banyak masyarakat yang berdatangan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola yang sebagian besar merupakan warga sekitar. “Saat itu, kami mengarahkan mereka bentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis),” katanya.

 

Ratih menjelaskan, pemerintah daerah memberikan arahan, pembinaan, dan memfasilitasi pokdarwis tersebut. Namun teknis kegiatan semua dilakukan oleh pokdarwis. Saat ini, pengunjung hanya membayar tiket masuk Rp 5.000 per orang. “Ini biaya untuk mengelola kebersihan, penataan ruang, dan petugas yang berjumlah 24 orang,” ucapnya.

 

Pihaknya melihat Taman Wisata Bukit Pringgondani memiliki nilai dan keunggulan wisata yang berbeda dibanding destinasi lainnya. Itu belum pernah ada di Kota Beriman. “Ciri khasnya karena ada pasar di tengah hutan. Lalu sistem pembayarannya menggunakan koin kayu yang unik,” sebutnya.

 

Belum lagi pada waktu tertentu digelar Pasar Keramat. Biasanya berlangsung pekan pertama setiap bulan. Pedagang dan pengelola wisata menggunakan pakaian adat. Rasanya seperti nostalgia kembali ke zaman tempo dulu. Itu semua menjadi keunikan yang menjual bagi pengunjung.

 

“Misalnya berjualan pempek-pempek, penjual menggunakan pakaian adat Palembang. Semua inisiasi mereka,” imbuhnya. Seiring peningkatan jumlah wisatawan, Taman Wisata Bukit Pringgondani berbenah. Terutama dari sisi fasilitas seperti pemasangan paving dan penataan area.

 

Kemudian sudah ada fasilitas gazebo untuk kegiatan. Selain peresmian, Disporapar juga melakukan pengukuhan pokdarwis. Taman Wisata Bukit Pringgondani akan menjadi desa wisata yang disiapkan mengikuti Anugerah Wisata Indonesia. Tahap awal dengan penataan kuliner, kebersihan, akses masuk dan parkir.

 

“Jadi tetap aman, nyaman, indah, dan rapi. Ke depan kami juga ingin memberikan pelatihan bagi pedagang untuk pelayanan prima,” ujarnya. Sebagai desa wisata, Taman Wisata Bukit Pringgondani tentu perlu mempersiapkan beberapa hal untuk memenuhi standar.

 

Ratih menambahkan, ada lima indikator yang berkaitan dengan daya tarik. Di antaranya kebersihan toilet, souvenir, aksesibilitas, atraksi, aktivitas kegiatan, amenitas, dan akomodasi. “Desa wisata ini berada di bawah kelolaan masyarakat. Kami bertugas membina, pelatihan, dan bimtek untuk memenuhi indikator tersebut,” tandasnya. (ms)

 

DINA ANGELINA

dinaangelina6@gmail.com

 

 

Editor : Ismet Rifani