KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Toko penyeimbang bakal hadir di Pasar Klandasan Balikpapan. Ini merupakan inovasi dari Pemprov Kaltim. Tujuannya untuk mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pokok.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, sesuai amanat dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaksana lapangan toko penyeimbang dilakukan Perumda Manuntung Sukses. Mereka mengisi seluruh komoditas di toko penyeimbang.
“Karena ini ada sisi bisnis dan sosial. Maka yg bisa melakukan kegiatan intervensi pangan hanya bisa dilakukan perumda,” katanya. Sekaligus mengoptimalkan peran Perumda Manuntung Sukses dalam menjalankan bisnis dan tetap punya sisi sosial.
Haemusri menjelaskan, teknisnya nanti Perumda Manuntung Sukses membuka kios di Pasar Klandasan yang menjual berbagai sembako atau bahan pokok. Mulai dari beras, gula, minyak, dan sayuran hortikultura. Seperti cabai, bawang, dan sebagainya.
Baca Juga: Tersangka Kasus Galian C Ilegal di Eks Hotel Tirta Ditahan
“Harga jual sesuai yang berlaku saat itu,” ucapnya. Rencana ada dua toko penyeimbang yakni berada di Pasar Klandasan dan Pasar Pandansari. Namun kali pertama seremonial peresmian akan dilakukan di Pasar Klandasan.
“Toko penyeimbang akan diresmikan oleh pj gubernur Kaltim pada Jumat 25 Oktober,” ujarnya. Sementara itu, Dirut Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru mengatakan, toko penyeimbang akan menjual produk dengan harga yang bersaing dengan kios lainnya.
“Karena ini toko penyeimbang harga tetap lebih terjangkau. Ada sisi sosial paling tidak lebih murah sedikit,” ungkapnya. Harapannya ketika toko-toko lain mulai menjual barang dengan harga mahal, ada toko peyeimbang yang bisa menekan harga.
“Kami juga kerja sama dengan distributor untuk penyediaan produk,” tuturnya. Meski dia mengakui dalam awal ini, produk yang tersedia di toko penyeimbang belum variatif. Namun secara bertahap akan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ada pun toko penyeimbang di Pasar Klandasan memiliki dua petak dengan total ukuran 2x4 meter. Perumda Manuntung Sukses menata toko dengan peralatan dan sumber daya manusia yang bertugas. (*)
Editor : Thomas Priyandoko