Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Turunnya Daya Beli Masyarakat, Pemilik Dandito Restaurant Tetap Optimis Hadapi Tantangan Ekonomi

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 26 April 2025 | 06:45 WIB
Pemilik Dandito Restaurant, Rudy Setiawan.
Pemilik Dandito Restaurant, Rudy Setiawan.

KALTIMPOST.ID, Setelah momen Lebaran, berbagai sektor industri masih merasakan dampak perlambatan ekonomi.

Tak terkecuali sektor kuliner, yang kerap menjadi salah satu barometer daya beli masyarakat.

Pemilik Dandito Restaurant Rudy Setiawan menuturkan, bahwa saat ini banyak pelaku usaha di sektor makanan dan minuman harus berjuang menghadapi penurunan pengunjung dan tekanan harga komoditas.

“Memang ada penurunan daya beli masyarakat setelah Lebaran, bahkan mencapai 20 hingga 30 persen,” sebut Rudy.

“Banyak restoran lain harus melakukan efisiensi untuk tetap bertahan," timpalnya.

 Baca Juga: Penuh Khidmat, Upacara Anzac Day 2025 Jadi Momen Penting Masyarakat Australia

Di tengah menjamurnya bisnis food and beverage, Rudy mengaku tidak gentar menghadapi persaingan.

Ia menilai bahwa kualitas tetap menjadi kunci utama bertahan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

Pun dihadapkan kondisi demikian, Dandito Restaurant tetap menjaga standar dan target layanan mereka.

Menurut Rudy, menjaga kepercayaan pelanggan menjadi prioritas utama dalam menghadapi tekanan ekonomi.

“Kami tidak mengurangi kuantitas makanan yang disajikan, dan kualitas tetap menjadi yang utama. Kami percaya pelanggan datang karena kualitas,” tegasnya.

 Baca Juga: Wondrous April Bakal Manjakan Pengunjung Plaza Balikpapan, Seru dan Inspiratif!

Rudy juga menyoroti langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah, yang menurutnya turut memberi pengaruh pada perputaran ekonomi lokal.

Meski begitu, ia tetap optimistis akan adanya peningkatan aktivitas ekonomi pada bulan Mei, terutama di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Mei nanti semoga akan ada kenaikan. Aktivitas di IKN sudah mulai meningkat, dan itu bisa berdampak positif ke sektor restoran dan perhotelan juga yang terdampak. Kami berharap okupansi hotel juga ikut meningkat, karena itu akan membawa tamu ke restoran juga," tambah Rudy.

Selain persoalan daya beli, pelaku usaha kuliner juga menghadapi lonjakan harga komoditas. Namun, Rudy menyebut dirinya cukup beruntung karena telah memiliki kebun sendiri untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan dapur restorannya.

 Baca Juga: Bantai PSIS Semarang, Borneo FC Kantongi Modal Apik Jamu Persija di Stadion Segiri

“Kami bisa jaga pasokan karena sudah punya kebun sendiri. Jadi, ketika harga komoditi naik, kami tidak terlalu panik,” ungkapnya.

Menariknya, meski harga bahan baku melonjak, Rudy tetap memilih untuk tidak menaikkan harga menu makanannya.

“Saya lebih baik mengurangi keuntungan tapi lebih banyak yang beli, daripada menaikkan harga dan pembeli malah berkurang,” pungkasnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Dandito Restaurant #bisnis kuliner Kaltim #restoran Dandito #harga komoditas #strategi kuliner #daya beli turun