KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Semua kegiatan fisik maupun non-fisik terpantau mulai berjalan lagi di Balikpapan. Harapannya agar serapan anggaran bisa maksimal. Mengingat waktu yang tersisa hanya empat bulan menuju akhir tahun.
“Kami berharap semua pekerjaan bisa dikerjakan sesuai jadwalnya,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. Termasuk RS Sayang Ibu yang mendapat sorotan. Proyek itu terus mendapat perpanjangan waktu.
Kontraktor terpilih PT Ardi Tekindo Perkasa harus merampungkan pekerjaan pada November 2025. Beberapa waktu lalu, Bagus sudah memantau langsung kondisi proyek dengan nilai pagu Rp 125 miliar.
“Saat ini progresnya mungkin lebih dari 20 persen ke atas,” ucapnya. Ada beberapa pekerjaan yang sudah berjalan seperti pembangunan fondasi dan sheet pile.
Dia berharap dalam waktu dekat sudah terlihat bangunan lantai 1 rumah sakit tersebut. Bagus menjelaskan, kontraktor sempat mengalami masalah sosial atau lingkungan dalam pembangunan proyek.
“Saya sampaikan ke pelaksana dan PPK untuk selalu berkomunikasi dengan masyarakat untuk masalah sosial,” imbuhnya. Dia ingin kontraktor fokus mengurus masalah teknis pembangunan saja.
Sementara untuk dampak lingkungan atau sosial bisa dibantu lurah dan camat setempat. “Tapi sekarang harusnya sudah tidak ada masalah lagi. Tidak ada kendala dalam pembangunan,” sebutnya.
Targetnya proyek rumah sakit tipe C dengan fasilitas lima lantai itu segera rampung dengan kualitas terbaik. Pemkot Balikpapan akan mengawasi secara ketat progres pembangunan.
Pihaknya berpedoman pada adendum surat perjanjian dan didampingi manajemen konstruksi atau kru pengawas pekerjaan. Sehingga memastikan tidak terjadi keterlambatan lebih lanjut.
“Kami akan bekerja sama dengan kontraktor pelaksana dan pihak pengawas untuk menjaga mutu pekerjaan sesuai standar,” ujarnya.
Sebagai informasi, kontraktor RS Sayang Ibu telah mendapat kesempatan perpanjangan waktu sebanyak dua kali.
Pertama selama 180 hari mulai Januari hingga Juni. Kemudian perpanjangan waktu kedua selama 150 hari atau hingga November 2025.
Harapannya kontraktor bisa memanfaatkan waktu dengan baik.“Nanti kalau proyek itu terlambat vendor, kontraktor, pekerja efek domino semua jadi lambat,” tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A