BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan cukup serius dalam menjaga kebudayaan lokal. Salah satunya, dengan menggandeng seluruh sanggar seni yang ada di Balikpapan.
Pada event Balikpapan Fest 2025 beberapa waktu lalu, turut ditampilkan pertunjukkan tari dari empat sanggar seni. Yakni Mawar, Matilda, AW Studio dan Lely Monsterga.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan Ratih Kusuma mengatakan, sejauh ini pembinaan dan dukungan terus diberikan kepada pala pelaku seni.
“Kami kan punya wadah ya, bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan dengan adanya atraksi. Atraksi itu salah satunya menggandeng sanggar seni, untuk menampilkan kreativitas kearifan lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berkata bahwa akhir tahun atau sekitar Desember nanti, pihaknya bakal mengundang semua sanggar seni untuk dievaluasi. Khususnya, untuk sanggar seni yang baru berdiri, pun akan diajak berkolaborasi.
Dia memaparkan, ada sekitar 13 sanggar seni yang masuk di dalam Pesona Balikpapan. Di luar itu, memang masih banyak yang belum terakomodasi.
“Tapi kan juga harus memiliki legalitas ya, kalau kita kerja sama,” tambahnya.
Ratih berkata, pihaknya masih terus mensosialisasikan terkait kerja sama ini. Para pelaku seni pun diarahkan untuk melengkapi dokumen seperti NIB, bila mendirikan sanggar seni. Juga harus ada struktur pengurus soal siapa ketuanya, dan alamat sanggar ini berada harus jelas.
Di sisi lain, ia berharap semua sanggar seni bisa menapaki panggung nasional bahkan mendunia.
“Harapan kami kan seperti itu. Jadi semakin sering kami beri ruang, panggung, mereka akan semakin kreatif. Orang semakin banyak menonton, mereka akan tertarik. Jadi tertantang untuk meningkatkan kreativitasnya,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan