Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Balikpapan Kirim 28 Ton Damar Batu ke Sri Lanka, Petani Didorong Perkuat Pasokan

Dina Angelina • Kamis, 27 November 2025 | 17:56 WIB

Produk damar batu Kaltim kini sudah mulai dikirim ke Sri Lanka. (DINA/KP)
Produk damar batu Kaltim kini sudah mulai dikirim ke Sri Lanka. (DINA/KP)

BALIKPAPAN - Balikpapan memulai ekspor perdana produk damar batu dengan tujuan Sri Lanka. PT Shifa Naghari Indonesia mengirim 28 ton damar batu melalui Kaltim Kariangau Terminal, Kamis (27/11).

Keberhasilan ini salah satunya berkat keterlibatan Export Center Balikpapan. Sebelumnya dilakukan business matching di Jakarta. Hingga terbit kontrak kerja sama ekspor damar batu tersebut.

Kepala Export Center Balikpapan Abdullah Umar Bahar mengatakan, permintaan damar batu cukup tinggi dan banyak diminati. Bahkan sering kali kekurangan stok untuk menyuplai kebutuhan pasar internasional.

“Selama ini memang ekspor banyak dilakukan di daerah lain. Pertama kali Kaltim mengirim ke Sri Lanka,” katanya. Buyer di Sri Lanka melakukan kontrak ekspor dengan Shifa Naghari Indonesia selama 3 tahun. 

Baca Juga: Resmi, Balikpapan Perdana Ekspor 28 Ton Damar Batu Tujuan Sri Lanka

Namun untuk periode pengiriman damar batu nantinya tergantung ketersediaan bahan baku. “Mereka berharap bisa setiap bulan karena memang sangat dibutuhkan,” ujarnya. 

Pihaknya mendorong eksportir asal Kaltim bisa mengirim damar batu setiap bulan dari Balikpapan. Dia menjelaskan, bahan baku damar batu ini berada di seluruh daerah yang memiliki hutan tropis. 

“Ini berasal dari getah Pohon Meranti,” tuturnya. Dalam proses ekspor damar batu, letak tantangan dari ketersediaan bahan baku. Umar menyebutkan, petani kerap kesulitan mengetahui nilai damar batu. 

“Ada harganya tidak. Jadi walau banyak ditemukan, tapi tidak tahu bernilai atau tidak,” tuturnya. Ini memang membutuhkan sosialisasi produk secara massif kepada pengepul. 

Biasanya digunakan menjadi bahan baku cat, pernis, pelipur, hingga semir sepatu. “Itu mereka gunakan campuran untuk perekat,” imbuhnya. Sedangkan Bangladesh butuh damar batu sebagai pengharum.

“Aromanya kalau dibakar itu seperti bau kemenyan atau dupa,” jelasnya. Shifa Naghari Indonesia berfokus pada produk hasil hutan bukan kayu. Termasuk juga produk turunan kelapa juga dan produk pertanian lainnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#PT Shifa Nagari Indonesia #ekspor #Damar Batu #Kaltim Kariangau Terminal