Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemerintah Turunkan Biaya Haji, BSI Dorong Masyarakat Segera Daftar

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 15 Januari 2025 | 09:05 WIB
IBADAH: BSI menargetkan dana tabungan haji untuk 2025 mencapai Rp 20 triliun.
IBADAH: BSI menargetkan dana tabungan haji untuk 2025 mencapai Rp 20 triliun.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Indonesia telah mengumumkan penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk musim haji 1446 Hijriah/2025. BPIH untuk jamaah haji reguler rata-rata turun menjadi Rp 89,4 juta, sebelumnya Rp 93,4 juta, sementara Bipih dipatok sebesar Rp 55,4 juta per orang.

Menanggapi kebijakan ini, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) melihat peluang untuk mendorong lebih banyak masyarakat melaksanakan ibadah haji. Terlebih, masa tunggu haji kini kian lama. "Ya, itu tinggal bagaimana kita melihatnya dan kemudian kita mendorong ini jadi semacam ke market," ujar Anton Sukarna, selaku Direktur Sales & Distribution BSI baru-baru ini.

Lebih lengkap, ia mengatakan penurunan biaya haji dapat menjadi pendorong bagi umat muslim untuk segera melaksanakan kewajiban ibadah haji mereka. Sehingga, Anton berpesan agar nasabah tabungan haji BSI untuk segera menyetor dana awal sebesar Rp 25 juta, untuk bisa masuk dalam antrean calon haji.

"Ongkos haji tahun lalu dibandingkan sama tahun ini malah lebih murah. Kita bisa mendorong ke market mudah-mudahan jadi trigger orang juga untuk segera melakukan penyetoran awal," lanjutnya.

Sebagai bank dengan market share tabungan haji terbesar, BSI menargetkan dana tabungan haji untuk tahun 2025 mencapai Rp 20 triliun. Pada tahun 2024, BSI berhasil mengumpulkan dana tabungan haji sebesar Rp 14 triliun yang belum dipindahkan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Dikatakan pula oleh Anton, BSI berencana untuk lebih intensif dalam menawarkan tabungan haji kepada nasabah payroll dan produk lainnya guna meningkatkan product holding ratio (PHR). Dengan total nasabah mencapai 21 juta, BSI memiliki peluang besar untuk meningkatkan jumlah tabungan haji secara nasional. "Itu berarti kami memiliki peluang besar untuk meningkatkan tabungan haji secara nasional," kata Anton.

BSI sendiri, sebagai bank syariah dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia untuk tabungan haji, memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada calon jamaah haji. Saat ini, BSI menguasai 83 persen dari total tabungan haji nasional. Dan, BSI berkomitmen untuk mendukung pelunasan BPIH tepat waktu sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Adapun sesuai data Kementerian Agama RI, pelunasan haji tahap pertama diperkirakan akan dimulai pada akhir Januari 2025, sedangkan tahap kedua akan berlangsung pada Maret 2025. "Untuk memfasilitasi pelunasan, BSI telah menyiapkan berbagai saluran layanan, termasuk 1.030 outlet cabang, layanan Superapps BYOND by BSI, serta lebih dari 108 ribu agen yang tersebar di seluruh Indonesia," urainya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#BSI #biaya haji #biaya umrah