KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Musim hujan yang datang di awal tahun ini membawa berbagai tantangan bagi pengendara sepeda motor. Kondisi jalan yang licin, genangan air dan jarak pandang yang terbatas menjadi beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai.
Untuk itu, Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1 Daniel Natanael Toghas memberikan sejumlah tips keselamatan yang wajib diterapkan oleh pengendara sepeda motor, demi menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan.
"Saat musim hujan, pengendara harus lebih mawas diri dan selalu #cari_aman saat berkendara. Hati-hati di jalan adalah kunci untuk meminimalisir risiko kecelakaan, terutama karena cuaca yang tidak menentu. Banyak pengendara yang mengabaikan pentingnya keselamatan dalam kondisi hujan," ujar Daniel, kemarin (19/1).
Menurut Daniel, salah satu langkah awal yang perlu dilakukan pengendara adalah memeriksa kondisi kendaraan. Kondisi sepeda motor yang prima sangat berpengaruh terhadap keselamatan saat berkendara, terutama di musim hujan.
"Pastikan tekanan udara pada ban dalam kondisi baik dengan memeriksa secara rutin, minimal sekali seminggu. Tekanan ban yang kurang atau tidak sesuai bisa berisiko besar, apalagi di jalan yang licin," jelasnya.
Tak hanya itu, penting juga untuk memeriksa alur ban sepeda motor. Ban yang sudah tipis atau aus dapat meningkatkan risiko tergelincir atau slip, terutama saat melintasi jalan basah.
"Perhatikan juga fungsi lampu kendaraan, terutama lampu depan dan belakang. Lampu yang menyala dengan baik membantu meningkatkan jarak pandang, terutama saat hujan deras yang mengurangi visibilitas di jalan," tambah Daniel.
Komponen kendaraan lainnya seperti rem, gas dan setang juga harus diperhatikan. Daniel mengingatkan, musim hujan membuat pengendara lebih rentan terhadap kecelakaan jika sistem pengereman atau setang kendaraan bermasalah.
"Lakukan pengecekan rutin pada rem dan sistem gas kendaraan, pastikan semuanya berfungsi dengan baik. Musim hujan memerlukan kewaspadaan lebih terhadap respon kendaraan saat melakukan pengereman atau perubahan arah," paparnya.
Tidak hanya kendaraan yang perlu diperhatikan, perlengkapan berkendara juga menjadi faktor penting dalam keselamatan. Menurut Daniel, pengendara harus selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, mulai dari helm, masker, jaket, sarung tangan, celana panjang, hingga sepatu yang aman.
"Slogan #cari_aman sangat relevan untuk diingat oleh setiap pengendara. Pastikan menggunakan perlengkapan lengkap dan pastikan juga helm dalam keadaan tertutup rapat. Pada musim hujan, jangan lupa untuk membuka ventilasi helm agar sirkulasi udara tetap lancar, menghindari embun di kaca helm," ujar Daniel.
Selain itu, pengendara dianjurkan untuk menggunakan sepatu yang tidak licin dan tidak mudah basah. "Sepatu yang baik akan memberikan kestabilan dan melindungi kaki dari bahaya saat berkendara di jalan basah. Pilih sepatu yang cukup tinggi, minimal di atas mata kaki, agar perlindungan kaki lebih maksimal," tambahnya.
Satu hal yang sering dilupakan pengendara adalah penggunaan jas hujan. Daniel menyarankan agar pengendara menggunakan jas hujan yang terpisah, berupa baju dan celana, bukan ponco. "Jas hujan terpisah lebih aman digunakan karena lebih fleksibel dan tidak mudah tersangkut pada bagian kendaraan atau badan pengendara," bebernya.
Saat hujan, jalanan menjadi licin dan pengendara harus mengurangi kecepatan. Daniel mengingatkan bahwa pengendara harus lebih sabar dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Jarak pengereman di jalan licin lebih panjang dibandingkan saat jalan kering. Oleh karena itu, selalu kurangi kecepatan dan pastikan jarak dengan kendaraan di depan cukup jauh.
Selain itu, pengendara juga harus berhati-hati saat melintasi genangan air. Daniel mengingatkan bahwa di balik genangan air bisa saja terdapat lubang yang tidak terlihat. "Jangan terburu-buru saat menerobos genangan air. Kita tidak tahu kondisi jalan di bawahnya, bisa jadi ada lubang atau permukaan jalan yang rusak," ungkapnya.
Jika kendaraan mogok akibat masuk dalam genangan air, Daniel memberikan saran untuk tidak langsung menyalakan mesin. Melainkan, saat kendaraan mogok karena masuk air, lebih baik diamkan mesin beberapa saat. Ini untuk menghindari terjadinya korsleting pada sistem kelistrikan kendaraan. Setelah beberapa saat, coba periksa apakah mesin bisa dihidupkan kembali dengan aman.
Di akhir, Daniel menekankan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi cuaca buruk. "Selalu ingat, keselamatan itu tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain di sekitar kita. Dengan selalu #cari_aman dan mengikuti tips keselamatan yang ada, kita bisa mengurangi risiko kecelakaan dan bisa sampai tujuan dengan selamat," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo