KALTIMPOST.ID – Proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur rupanya belum memberikan dampak nyata terhadap penjualan printer Epson di wilayah tersebut. Padahal, ekspektasi pasar sempat meningkat seiring pembangunan IKN yang terus digenjot pemerintah.
“Kami belum menerima order langsung dari IKN sejauh ini,” ungkap Syahrizal Aprianto, Head of Product Marketing Printer Departement PT Epson Indonesia, di sela acara peluncuran printer L3211 dan L3251 di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta.
Ia menambahkan bahwa permintaan dari sekitar wilayah IKN juga belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Baca Juga: ASN Kini Lebih Mudah Berangkat ke Tanah Suci, Sayid Rahman Ditunjuk sebagai Duta Umrah Korpri PPU
Menurut Syahrizal, pihaknya tetap memantau perkembangan pengadaan di sekitar kawasan inti IKN. Namun hingga kini, belum ada indikasi peningkatan permintaan printer maupun produk Epson lainnya secara spesifik.
“Kalau pun ada, kemungkinan berasal dari partner kami yang berada di sekitar sana,” jelasnya. Ia menekankan bahwa penjualan sangat tergantung pada perkembangan operasional IKN itu sendiri.
Meskipun Ibu Kota Nusantara (IKN) belum memberikan dampak langsung, Epson tetap berkomitmen untuk terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan para pelanggannya.
Baca Juga: Melalui Musik, Daihatsu Ajak Masyarakat Indonesia Tebarkan Semangat Bahagia Sejak Pertama
Pada Selasa (20 Mei 2025), Epson meluncurkan dua produk terbaru, yaitu printer L3211 dan L3251, sebagai bagian dari upayanya memperkuat posisi di pasar Indonesia.
Printer L3211 dan L3251 mulai tersedia pada akhir Mei atau awal Juni 2025. "Mulai tersedia di akhir Mei atau awal Juni secara bertahap," kata Syahrizal.
Printer L3211 dijual dengan harga Rp2.750.000. Sementara L3251 dibanderol seharga Rp3.250.000.
Untuk sementara, unit baru tersedia di Jabodetabek sebelum didistribusikan ke daerah lain.
“Distribusinya bertahap, karena butuh waktu pengiriman,” jelas Syahrizal. Ia optimistis produk ini akan mendapat sambutan baik di pasar nasional, termasuk Kalimantan Timur.
Syahrizal menambahkan, harga di Kalimantan bisa berbeda karena biaya logistik dan kondisi pasar lokal.
Sebagai informasi, kedua printer ini hadir dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: ASN Kini Lebih Mudah Berangkat ke Tanah Suci, Sayid Rahman Ditunjuk sebagai Duta Umrah Korpri PPU
"TKDN printer L3211 sebesar 66,45% dan L3251 sebesar 75,28%," ungkap Syahrizal.
Editor : Agus Prayitno