KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Periode 2020 hingga 2024 menjadi lembaran penting dalam buku sejarah perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim).
Ibarat roller coaster, ekonomi Bumi Etam sempat terperosok akibat hantaman pandemi Covid-19, namun kemudian bangkit dan melaju berkat berkah komoditas batu bara dan proyek ambisius Ibu Kota Nusantara (IKN).
Data yang dihimpun menunjukkan, berbagai peristiwa silih berganti mewarnai dinamika ekonomi masyarakat.
Mulai pagebluk Covid-19 yang melumpuhkan aktivitas, pemulihan pasca pandemi, gejolak konflik global yang mengusik ekspor.
Termasuk uaca ekstrem di negara-negara mitra dagang, hingga keputusan monumental penetapan IKN di Kaltim. Tak ketinggalan, upaya diversifikasi industri pengolahan juga turut memberikan warna tersendiri.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana mengungkapkan, rentetan peristiwa itu menciptakan pola pertumbuhan yang unik di setiap kabupaten/kota.
“Struktur ekonomi masing-masing daerah menjadi penentu bagaimana dampak dari setiap kejadian tersebut dirasakan,” ujarnya.
Secara umum, tren pertumbuhan ekonomi Kaltim menunjukkan akselerasi yang signifikan sepanjang periode tersebut. Setelah mengalami kontraksi hebat pada 2020, ekonomi Kaltim terus mencatatkan pertumbuhan positif hingga 2024.
Pada 2021 menjadi titik balik kebangkitan ekonomi Kaltim pasca-diterjang badai pandemi. Cakupan vaksinasi yang meluas, pelonggaran aktivitas masyarakat, serta stimulus bantuan dari pemerintah menjadi angin segar yang mendorong pemulihan.
Tak disangka, konflik antara Rusia dan Ukraina, ditambah dengan cuaca ekstrem di beberapa negara, justru memicu lonjakan permintaan batu bara secara global.
“Hal itu memberikan windfall. Kinerja ekspor batu bara kita langsung terdongkrak,” jelas Yusniar.
Kutai Kartanegara, Kutai Timur, serta daerah-daerah penghasil batu bara lainnya merasakan dampak positifnya, mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif.
Permintaan batu bara global terus meroket hingga 2023. Cuaca ekstrem di negara-negara mitra dagang menyebabkan kebutuhan listrik meningkat, dan batu bara masih menjadi andalan utama sebagai sumber energi.
Alhasil, kabupaten-kabupaten eksportir batu bara kembali mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Editor : Dwi Restu A