KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tingkat kesejahteraan petani di Kaltim pada awal tahun ini tercatat meningkat. Hal itu tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan I 2025. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Budi Widihartanto, menyampaikan bahwa NTP Kaltim 148,93.
Angkanya lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 134,23. Bahkan, capaian tersebut juga melampaui triwulan sebelumnya yang berada di level 145,35.
“Tingkat kesejahteraan petani mengalami peningkatan, ditandai dengan peningkatan NTP. NTP Kaltim pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 148,93, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 134,23 dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 145,35,” ujar Budi.
Menurutnya, kenaikan NTP tidak lepas dari lebih besarnya peningkatan Indeks yang Diterima Petani (It) dibandingkan dengan kenaikan Indeks yang Dibayar Petani (Ib). “It pada triwulan I tahun 2025 naik sebesar 2,41 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik sebesar 1,85 persen,” jelasnya.
Jika dilihat berdasarkan sub-lapangan usaha, Budi menegaskan, peningkatan paling signifikan berasal dari perkebunan dan hortikultura. “NTP pada sub-lapangan usaha Perkebunan dan Hortikultura pada triwulan I 2025 tercatat secara berturut-turut 210,58 dan 127,27, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang masing-masing tercatat 208,28 dan 111,24,” terang dia.
Budi menambahkan, kondisi panen yang lebih baik turut menjadi pendorong. Faktor cuaca, terutama curah hujan yang kondusif, memberikan dampak positif bagi hasil komoditas perkebunan di Kaltim.
“Peningkatan tersebut tidak terlepas dari panen yang lebih baik seiring curah hujan yang cukup kondusif bagi komoditas perkebunan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo