Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Transaksi Digital Nasional Tembus Rp 4,44 Miliar, QRIS Naik 162 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 8 September 2025 | 11:43 WIB
KANAL: Mengacu pada blueprint sistem pembayaran 2025-2030, BI mengintegrasikan berbagai kanal mulai QRIS, BI-Fast, SNAP hingga dukungan e-commerce.
KANAL: Mengacu pada blueprint sistem pembayaran 2025-2030, BI mengintegrasikan berbagai kanal mulai QRIS, BI-Fast, SNAP hingga dukungan e-commerce.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Revolusi digital di sistem pembayaran Indonesia menunjukkan capaian luar biasa. Bank Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam transaksi berbasis QRIS sepanjang Juli 2025.

“Transaksi pembayaran digital nasional pada Juli 2025 menembus Rp 4,44 miliar (+45,3 persen yoy), dengan QRIS tumbuh +162,77 persen yoy, menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant,” ungkap Kepala Perwakilan (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto.

Data tersebut menegaskan, QRIS menjadi kanal pembayaran yang paling cepat tumbuh, berkat kemudahan, kecepatan, dan biaya transaksi yang murah.

Khusus di Kalimantan Timur, perkembangan ekosistem digital juga ditopang infrastruktur memadai.

“Di Kalimantan berkat dukungan infrastruktur digital SATRIA-1 dan jaringan 5G IKN, inklusi keuangan Kaltim telah mencapai 93,25 persen, meski literasi keuangan masih 57,14 persen, sehingga diperlukan sinergi bersama untuk terus mendorong edukasi dan pemanfaatan transaksi digital,” terang Budi.

Dia menambahkan, gap literasi itu harus segera diatasi agar masyarakat bisa semakin percaya menggunakan layanan digital. Karena itu, kegiatan edukasi dan sosialisasi terus digelar untuk berbagai lapisan masyarakat.

Blueprint Sistem Pembayaran 2025-2030 menjadi acuan utama BI untuk mengintegrasikan berbagai kanal. Mulai dari QRIS, BI-FAST, SNAP, hingga dukungan e-commerce.

“Dengan kerangka kerja yang jelas, kami ingin memastikan sistem pembayaran nasional semakin efisien, inklusif, dan kompetitif,” ujar Budi.

Kaltim pun diproyeksikan menjadi salah satu daerah percontohan transformasi digital, apalagi dengan dukungan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berbasis smart city.

Budi menegaskan, peran semua pihak sangat krusial. “Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan masyarakat akan terus bersinergi memperkuat ekosistem ekonomi digital Kalimantan Timur yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata,” tandasnya.

Dia optimistis, dengan sinergi ini, transformasi digital bukan hanya tren sesaat, melainkan pondasi kuat untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)

Editor : Duito Susanto
#pembayaran digital #qris #BI Kaltim