KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kinerja harga hasil pertanian di Kaltim pada Oktober 2025 mencatat tren positif. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, indeks harga yang diterima petani (It) merupakan nilai produksi yang dijual petani dari tiap jenis barang hasil pertanian yang dapat menunjukkan fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani.
Pada Oktober 2025, nilai It mencapai 184,41, atau naik 1,76 persen dibandingkan September. Angka itu menandakan kenaikan rata-rata 84,41 persen terhadap tahun dasar 2018. Dua subsektor mencatat kenaikan, yakni tanaman perkebunan rakyat 3,85 persen dan perikanan 0,58 persen.
Sebaliknya, tiga subsektor mengalami penurunan harga. "Hortikultura turun paling dalam sebesar 2,86 persen, diikuti tanaman pangan 0,95 persen, serta peternakan 0,72 persen," jelas Yusniar. Menunjukkan fluktuasi harga masih terjadi tidak merata di lapangan.
BPS juga mencatat pergerakan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), merupakan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani, serta juga menunjukkan perubahan harga barang dan jasa oleh petani yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian (BPPBM).
Nilai Ib pada Oktober 2025 tercatat 123,78, naik tipis 0,06 persen. Indeks Konsumsi Rumah Tangga justru turun 0,03 persen, sedangkan indeks BPPBM naik 0,30 persen, mencerminkan kenaikan biaya produksi.
Secara subsektor, Ib tanaman pangan naik 0,07 persen dan perkebunan rakyat 0,15 persen. Sementara itu, Ib subsektor peternakan turun 0,02 persen, perikanan turun 0,09 persen, dan hortikultura stabil tanpa perubahan. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki