Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

RTGS Kaltim Tumbuh 14,94 Persen, Volume Tertekan Akibat Peralihan ke BI-FAST

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 18 Januari 2026 | 17:26 WIB
AKTIVITAS: Secara nilai, nominal transaksi RTGS pada mencapai Rp51,79 triliun.
AKTIVITAS: Secara nilai, nominal transaksi RTGS pada mencapai Rp51,79 triliun.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Transaksi bernilai besar melalui sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) di Kalimantan Timur kembali mencatatkan perbaikan kinerja pada triwulan III 2025.

Dari sisi nominal, transaksi RTGS tumbuh positif setelah sempat terkontraksi pada triwulan sebelumnya. Di mana pada triwulan II 2025, hanya tumbuh 1,29 persen yoy dengan nominal Rp44,90 triliun.

“Pada triwulan III 2025, nominal transaksi RTGS tumbuh positif sebesar 14,94 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II 2025 yang mengalami kontraksi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Secara nilai, nominal transaksi RTGS pada triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp51,79 triliun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas transaksi bernilai besar di Bumi Etam masih berlangsung aktif.

Namun demikian, dari sisi volume, transaksi RTGS pada periode laporan tercatat mengalami kontraksi. Volume transaksi RTGS terkontraksi sebesar 6,30 persen (yoy), meskipun lebih baik dibandingkan triwulan II 2025 yang terkontraksi 12,97 persen (yoy).

Budi memprakirakan, kontraksi volume transaksi RTGS disebabkan oleh peralihan transaksi dengan nominal sedang dari RTGS ke BI-FAST yang kini semakin diminati.

Meski secara persentase volume mengalami kontraksi, secara jumlah transaksi tercatat terjadi peningkatan. Volume transaksi RTGS pada triwulan III 2025 mencapai 23.649 transaksi, lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2025 yang tercatat sebanyak 18.648 transaksi.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya perubahan pola transaksi, di mana sebagian transaksi yang sebelumnya menggunakan RTGS beralih ke BI-FAST, terutama untuk transaksi bernilai sedang.

Pihaknya menilai, pergeseran itu merupakan bagian dari dinamika sistem pembayaran yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di Kaltim. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#transaksi #Perbaikan #RTGS #kalimantan timur #Bank Indoensia