KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Yello Hotel Samarinda terus mengeksplorasi kuliner tradisional dengan mengangkat menu khas daerah yang mulai jarang dikenal. Salah satunya adalah nasi bakar daging angus, hidangan khas Samarinda yang diolah langsung oleh tim dapur hotel.
Chef De Partie Yello Hotel Samarinda Faisal Anwar, mengatakan daging angus dipilih karena memiliki cerita kuat sebagai makanan lokal, namun belum banyak diperkenalkan ke publik luas. “Daging angus ini makanan khas Samarinda. Kita pakai daging sapi bagian knuckle,” kata Faisal.
Dia menjelaskan, warna hitam pekat pada daging angus kerap disalahartikan sebagai gosong. Padahal, warna tersebut berasal dari perpaduan kecap Inggris, saus tiram, dan kecap manis yang dimasak dalam waktu lama. “Bukan gosong, memang warnanya dari bumbunya, jadi itulah kenapa dinamakan angus,” jelasnya.
Proses memasak dilakukan dengan metode ungkep hingga daging empuk dan bumbu meresap. Sajian itu kemudian dilengkapi dengan nasi bakar berisi teri medan, kentang mustofa, dan jagung rebus sebagai penyeimbang tekstur.
Selain makanan, Yello Hotel juga menghadirkan minuman tradisional berupa sekoteng. Minuman berbasis jahe itu disajikan hangat dengan isian kacang hijau, kolang-kaling, roti tawar dan cendol. “Sekoteng ini pakai air jahe, gula merah dan pakai kacang goreng,” ujar Faisal.
Bicara harga tak perlu khawatir, nasi bakar daging angus nan menggugah selera cukup merogoh kocek Rp75 ribu dan sudah termasuk gratis es teh, sedangkan sekoteng hanya Rp35 ribu. Menu promo yang hadir hanya sampai Februari.
Menurutnya, sekoteng dipilih karena cocok dengan karakter tamu yang mencari minuman hangat dan ringan, terutama pada malam hari. Dia berharap, melalui menu daging angus dan sekoteng, Yello Hotel bisa ikut memperkenalkan kembali kuliner lokal dan tradisional kepada tamu, baik dari Samarinda maupun luar daerah.
“Kita ingin orang tahu kalau Samarinda punya makanan khas yang enak dan layak diangkat,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo