KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Konsumsi rumah tangga di Kalimantan Timur (Kaltim) tetap tumbuh pada triwulan IV 2025, meski mulai menunjukkan tanda moderasi. Sejalan dengan dinamika persepsi dan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan, konsumsi rumah tangga pada periode tersebut tumbuh 5,67 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Konsumsi rumah tangga Kaltim di periode pelaporan tumbuh 5,67 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan di triwulan sebelumnya yang mencapai 4,53 persen (yoy),” ujarnya.
Menurut Jajang, penguatan konsumsi tercermin dari meningkatnya keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Hal tersebut terlihat dari naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada periode laporan.
“Tumbuhnya konsumsi rumah tangga tercermin dari meningkatnya indeks keyakinan konsumen (IKK) yang naik dari 144,22 di triwulan III 2025 menjadi 145,47 pada periode pelaporan,” jelasnya.
Selain itu, ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan juga menunjukkan perbaikan. Terlihat dari kenaikan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). “Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga mengalami kenaikan dari 142,78 pada triwulan III 2025 menjadi 145,83 pada periode pelaporan,” lanjutnya, Jumat (27/3).
Namun di sisi lain, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini sedikit mengalami penurunan. Tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mengalami moderasi tipis yakni dari 145,67 pada triwulan III 2025 menjadi 145,11 pada periode pelaporan.
Jajang menjelaskan, moderasi pada indeks tersebut dipengaruhi oleh penurunan pada sejumlah komponen penyusunnya, terutama terkait ketersediaan lapangan kerja. “Penyebab termoderasinya IKE merupakan akumulasi dari penurunan indeks penyusunnya terutama dari sisi ketersediaan lapangan kerja di periode laporan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, meningkatnya keyakinan konsumen menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Kaltim masih terjaga. Sejalan dengan menguatnya aktivitas perdagangan pada periode yang sama. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo